This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Wednesday, July 4, 2012
Mandi Laut, Nyaris Tewas
Tenangnya laut di Dermaga Linau, Kecamatan Maje, siang kemarin sekitar pukul 10.30 WIB nyaris menelan korban jiwa. Satu dari empat warga Bengkulu Utara yang sedang mandi merayakan libur di sana nyaris saja tewas tenggelam jika tak diselamatkan seorang nelayan.
Korban nyaris tewas itu diketahui bernama Nanda (22). Sementara tiga rekannya masing-masing Adi (23), Eko (21) dan Riko (20). Meski akhirnya selamat, Nanda sempat pingsan sesaat setelah berhasil di bawa ke darat. Sebelum kembali ke BU, dia juga sempat dilarikan ke Puskesmas Bintuhan karena banyaknya air laut yang terminum oleh korban.
Edi, nelayan yang menyelamatkan korban mengungkapkan, dia sempat terkejut pada saat sedang melintas di lokasi dermaga kayu pelabuhan itu. Saat itu dirinya melihat ada orang yang berteriak minta tolong. Mendapati ada warga yang berteriak lantas secepat mungkin mendekati sumber suara.
Ternyata ada salah satu seorang yang melambaikan tangannya minta tolong. “Ketika itu terjun ke laut, berupaya menyelamatkan korban ke daratan. Jaraknya kisaran 15 meter dari dermaga. Awalnya korban sempat berapa kali melambaikan tangannya, tapi pada akhirnya tenggelam.
Namun akhirnya bisa diselamatkan,” jelasnya. Dijelasakanya, setelah ditemukan tiga rekannya yang mandi bersamanya ikut membantu membawa korban ke pinggir pantai.
Mereka juga dibantu dengan teman korban dan beberapa warga sekitar yang melihat itu, langsung berupaya menyelamatkan koban dengan cara mengangkat tubuh korban dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Mereka berharap dapat mengeluarkan air laut yang sudah terlanjur terminum oleh korban.
”Di daratan kami belum berhasil membuat korban siuman, karena kondisinya kritis lansung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil Phanter milik rekan korban, langsung kita bawa ke pukesmas Bintuhan,” katanya.
Kepala Puskesmas Bintuhan dr Bahrul Mubin (Boy) membenarkan kejadian tersebut. Pihakya kemarin siang menerima pasien yang nyaris tewas tenggelam di Pelabuhan Linau.
Hingga siang kemarin kondisi korban belum sadar penuh masih terlihat lemas dan mendapat perawatan di puskesmas Bintuhan. “Namun kemarin nampaknya Kondisinya sudah sadar jika tidak kemarin juga rencananya akan dirujuk ke RSUD Hasan Damrah Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (823)
Sumber : http://bengkuluekspress.com/
Monday, July 2, 2012
200 Bibit Sapi Segera Tiba di Kabupaten Kaur Bengkulu
Dinas Pertanian Kaur saat ini tengah menyiapkan bantuan bibit sapi unggul kepada masyarakat Kabupaten Kaur. Saat ini pihaknya masih menunggu APBD-P 2012 dibahas, lantaran dana operasional untuk bibit sapi belum ada sehingga bibit sapi belum bisa diserahkan kepada kelompok tani.
“Jika sudah ketok palu APBD-P ini, maka rencana pengalokasian sekitar bulan Agustus, sebanyak 200 ekor bibit sapi Bali tinggal menunggu hasil evaluasi Dinas Pertanian,” kata Kadis Pertanian Kaur Ir H Herwan, Sabtu (30/6).
Mengingat anggaran bibit sapi sudah ada dari APBD 2012 sekitar Rp320 juta. Namun dana untuk keperluan lainnya seperti opersional belum dianggarkan, oleh karena itu pihaknya mengusulkan dana tambahan dalam APBD-P.
“Kita sudah menghitungnya ternyata dana senilai Rp320 juta belum masuk lainnya, oleh karena itu sesuai musyawarah maka pembagian bibit sapi dilakukan bulan Agustus atau setelah ketok palu,” katanya.
Sebenarnya perencanaan pembagian bibit sapi dilakukan April yang lalu, namun anggaranya masih kurang maka pihaknya mengurungkan niatnya. Di samping itu, sambil menunggu pembahasan anggaran, pihaknya juga melakukan evaluasi proposal yang diajukan kelompok.
“Kemungkinan jika sudah ada anggaran maka kita evaluasi nama-nama kelompok yang masuk, terutama mereka yang sudah ada mencukupi persyaratanya,” jelasnya.
Sementara itu, sebelum pembagian bibit sapi nantinya, kata Herwan, pihaknya akan melakukan survey kepada kelompok ternak yang ada di Kaur, mengingat sebanyak 578 proposal ternak sapi yang masuk butuh dievaluasi.
“Syarat yang paling utama yakni tersedianya kandang, pakan, dan lainnya. Namun yang paling utama kandang setidaknya 1/4 hektare lahan atau 30 x30 lahan sudah tersedia,” katanya.(MC Kota Bengkulu/septi/toeb)
Sumber: http://www.bipnewsroom.info/
Friday, June 29, 2012
Usir Perambah, Pondok Dan Kebun Bakal Dibakar
Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK meminta pelaku perambahan hutan di daerahnya ditindak tegas agar laju kerusakan hutan tidak semakin meluas, khususnya perambahan hutan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Namun tindakan tegas itu juga tidak melanggar aturan yang ditentukan.
Kapolres Kaur memimpin rapat koordinasi oprasi perambah hutan TNBBS
kemarin dilantai III Pemkab kaur (ROFI/BE).
”Kita harus satu komando untuk melakukan pengusiran kepada perambah, walaupun nantianya ditemukan kendala perlawanan kita tetap menindak sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolres saat memimpin rapat Koordinasi pembahasan operasi terpadu perambah TNBBS di Lantai III Pemkab Kaur kemarin (26/6).kemarin dilantai III Pemkab kaur (ROFI/BE).
Kapolres mengaku sudah menurunkan anggota ke lapangan. Saat melihat kondisi sebenarnya di lokasi para perambah, seperti Dusun Lame, Talang Camara, Talang Kepahyang dan Talang Muslim, nampaknya bakal adanya perlawanan. Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas pelaku perusakan hutan tersebut jika melawan.
“Kita hanya menjalankan tugas sebaik mungkin, yang penting kita usahakan terlebih pendekatan. Namun hanya beberapa talang atau Dusun yang masih bertahan diri hal ini bisa kita lakukan pendekatan,” jelasnya. Menurut dia, kalau dilihat dari kondisi hutan, bukan hanya terjadi kerusakan akibat perambahan, tetapi juga perluasan areal perkebunan dan ladang bertanam kopi dan sayuran. Dia menduga, mayoritas perambahan dan perusakan hutan itu dilakukan warga asal Kabupaten Kaur, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
”Memang banyak hutan TNBBS sudah rusak akibat perambahan, oleh karena carannya akan kita bakar baik itu gubuk dan kebunya, sehingga setelah pengusiran mereka tidak akan kembali. Namun jika tidak dilakukan maka mereka akan datang lagi bahkan semakin banyak,” jelasnya. Di sisi lain, Kabid TNBBS Wilayah II Liwa Edi Sutanto SE MM mengatakan, akibat ulah perambah, kerusakan TNBBS Kaur cukup parah.
Dari 13 dusun/talang lebih 2000 hektar lahan TNBBS rusak untuk perkebunan, lalu setidaknya sudah ada 974 KK yang ada di sana. Kemudian 9 Talang /Dusun yang ada di wilayah Lampung Barat juga demikian. Oleh karena itulah pihaknya membentuk tim terpadu dalam operasi mengusir perambah. “Sesuai data yang ada TNBBS yang telah mendunia, jika rusak maka kita bangsa Indonesia akan malu. Oleh karena itu akan kita tindak bersama-sama para perambah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, untuk melakukan oprasi terpadu para perambah, sudah disiapkan 300 personil gabungan Polri, TNI, dan usur terkait. Kemudian ditentukan 4 Posko yang nantinya untuk pengusngsian dan juga istirahat yakni, Posko Induk di Desa Sukajaya Kecamatan Nasal, Posko I di Talang Lipih, Kecamatan Nasal, posko II Dusun Siderejo, dan Posko III di Pulang Tengah, Kecamatan Bengkunat Lambar.
Sementara itu, untuk melakukan oprasi terpadu para perambah, sudah disiapkan 300 personil gabungan Polri, TNI, dan usur terkait. Kemudian ditentukan 4 Posko yang nantinya untuk pengusngsian dan juga istirahat yakni, Posko Induk di Desa Sukajaya Kecamatan Nasal, Posko I di Talang Lipih, Kecamatan Nasal, posko II Dusun Siderejo, dan Posko III di Pulang Tengah, Kecamatan Bengkunat Lambar.
”Kita sudah mulai masuk Posko pada minggu depan, berarti tanggal 30 Juni semua regu sudah ada di posko untuk persiapan,” jelas Kapolres. Sementara itu, Asisten I Nandar Munadi SSos mengatakan pengusiran para perambah jelas akan ada isak tangis. Namun bagi perambah yang tidak ada tempat tinggal,
Sumber : http://bengkuluekspress.com/
Tuesday, June 26, 2012
Pemukim di TNBBS Capai 947 Kepala Keluarga
Warga yang mendiami kawasan hutan Taman nasional Bukit Barisan selatan pada perbatasan Provinsi Bengkulu-Lampung mencapai 947 kepala keluarga.
Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang sudah rusak mencapai 2.155 hektare, kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kaur M Ali Paman, Minggu (24/6).
Ia mengatakan, berdasarkan hasil suveri bersama dengan Kepala Balai Besar TNBBS Lampung Jhon Kenedie para perambah itu sebagian besar perambah menetap, sedangkan siswa membuka ladang berpindah. Para perambah itu, katanya, sebagian besar dari luar Bengkulu yaitu warga Lampung dan wilayah Sumsel dengan bercocok tanam kopi dan karet.
Pemerintah Daerah Kaur bersama Balai besar TNBBS sepakat akan menurunkan perambah dengan imbauan dan kesadaran sendiri.
Namun bila tidak diindahkan kedua pemerintah itu akan melakukan pengusiran yang melibatkan aparat terkait secara besar-besaran, ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Mulyadi mengatakan, dari 947 KK perambah itu sudah menyatakan akan meninggalkan lokasi sebanyak 250 KK.
"Kami menargetkan pada bulan Agustus 2012 seluruh perambah sudah meninggalkan lokasi sesuai kesepakatan dengan Kepala Balai Besar TNBBS belum lama ini," ujarnya.
Beberapa staf TNBBS dari lampung sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kaur beserta forum komunikasi daerah itu untuk menurunkan perambah tersebut.
"Kita menyambut baik gagasan menurunkan perambah bersama tim besar tersebut, dengan harapan hutan TNBBS kembali hijau," katanya. (Ant/OL-3)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Kabupaten Kaur butuh penambahan SPBU
Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, membutuhkan penambahan stasiun pengisian bahan bakar umum untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Saat ini hanya ada satu SPBU di Kabupaten Kaur dan tidak memiliki pompa pertamax sehingga kami khawatir program pembatasan BBM subsidi akan terhambat," kata Asisten I Sekretaris Kabupaten Kaur Nandar Munadi di Bengkulu, Senin.
SPBU di Jalan Kepala Pasar Bintuhan
"Saat ini hanya ada satu SPBU di Kabupaten Kaur dan tidak memiliki pompa pertamax sehingga kami khawatir program pembatasan BBM subsidi akan terhambat," kata Asisten I Sekretaris Kabupaten Kaur Nandar Munadi di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan hal itu dalam rapat koordinasi pembatasan BBM subsidi yang dipimpin Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.
Dengan satu SPBU, kata dia, kebijakan Pertamina yang akan memisahkan SPBU yang menyediakan BBM jenis solar subsidi dan nonsubsidi akan sulit terealisasi.
"Kalau digunakan untuk menjual BBM jenis solar subsidi berarti Kaur tidak akan menyediakan solar nonsubsidi karena dalam satu SPBU tidak bisa memberlakukan dua harga," katanya.
Untuk itu ia berharap Pertamina mencarikan solusi sebab aturan penggunaan BBM nonsubsidi untuk kendaraan dinas serta kendaraan industri akan diberlakukan mulai 1 September 2012.
Saat ini kata dia terdapat pembangunan dua SPBU di daerah itu, namun belum diketahui jadwal operasinya.
Menanggapi hal ini Sales Area Manajer Pertamina Lampung dan Bengkulu Umar Chotib mengatakan akan menyiasati hal itu dengan pengoperasian mobil Pertamina yang menyediakan BBM nonsubsidi.
"Kabupaten Kaur bisa menjadi salah satu target operasi `Pertamina mobile` di mana kendaraan berisi BBM nonsubdisi akan memenuhi kebutuhan industri dan kendaraan dinas," katanya.
Ia mengatakan untuk penyediaan BBM pertamax sudah dilayani di 21 SPBU yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Khusus untuk Kabupaten Kaur kata dia dalam waktu dekat akan dilakukan pemasangan pompa pertamax di SPBU daerah itu.
(KR-RNI)
Sumber : http://www.antaranews.com
Saturday, June 23, 2012
Kebun bibit rakyat diarahkan ke kabupaten kaur
Balai Pengelolaan daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu mengarahkan pembuatan kebun bibit rakyat (KBR) 2012 berskala besar di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, karena daerah itu cukup potensi.
"Selain itu KBR tahun 2011 di daerah itu cukup berhasil bahkan menjadi percontohan," kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Bengkulu Sumarsono, di Bengkulu.
"Untuk program KBR 2012 kami arahkan 85 persen ke Kabupaten Kaur dengan dana sekitar Rp5,5 miliar," katanya.
Ia mengatakan, keberhasilan KBR di Kaur 2011 itu mendapat respon pusat, sehingga mendukung kegiatan 2012 diarahkan ke daerah itu.
Pada tahun 2011 KBR di Kabupaten kaur sekitar 50 kelompok, melihat keberhasilan itu maka tahun 2012 ditingkatkan menjadi 107 kelompok, dengan masing-masing sasaran lahan untuk dihijaukan mencapai 100 hektare dari sebelumnya hanya 50 hektare.
Ke-17 kelompok KBR itu tengah diberikan pembekalan berupa sosialisasi selama satu minggu, sehingga kegiatan di lapangan tidak menyimpang dari sasaran.
Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kaur M Ali Paman menyambut baik kegiatan KBR 2012 karena daerah itu kawasan hutan pada aliran sungai setempat terancam gundul.
Kabupaten Kaur berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung dan terdapat Taman Nasional Bukit Barisan selatan (TNBBS) seluas 60.000 hektare.
"Dalam kawasan itu sekarang mulai dirambah warga untuk dijadikan kebun kopi dan karet, Pemkab Kaur bertekad menurunkan perambah tersebut secara besar-besaran, maka hasil garapan itu akan dihijaukan," ujarnya. (zul)
Sumber: http://bengkulu.antaranews.com"Selain itu KBR tahun 2011 di daerah itu cukup berhasil bahkan menjadi percontohan," kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Bengkulu Sumarsono, di Bengkulu.
"Untuk program KBR 2012 kami arahkan 85 persen ke Kabupaten Kaur dengan dana sekitar Rp5,5 miliar," katanya.
Ia mengatakan, keberhasilan KBR di Kaur 2011 itu mendapat respon pusat, sehingga mendukung kegiatan 2012 diarahkan ke daerah itu.
Pada tahun 2011 KBR di Kabupaten kaur sekitar 50 kelompok, melihat keberhasilan itu maka tahun 2012 ditingkatkan menjadi 107 kelompok, dengan masing-masing sasaran lahan untuk dihijaukan mencapai 100 hektare dari sebelumnya hanya 50 hektare.
Ke-17 kelompok KBR itu tengah diberikan pembekalan berupa sosialisasi selama satu minggu, sehingga kegiatan di lapangan tidak menyimpang dari sasaran.
Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kaur M Ali Paman menyambut baik kegiatan KBR 2012 karena daerah itu kawasan hutan pada aliran sungai setempat terancam gundul.
Kabupaten Kaur berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung dan terdapat Taman Nasional Bukit Barisan selatan (TNBBS) seluas 60.000 hektare.
"Dalam kawasan itu sekarang mulai dirambah warga untuk dijadikan kebun kopi dan karet, Pemkab Kaur bertekad menurunkan perambah tersebut secara besar-besaran, maka hasil garapan itu akan dihijaukan," ujarnya. (zul)
Wednesday, June 13, 2012
Disekap, Bocah Gagalkan Perampokan
Kasus perampokan nyaris terjadi di rumah Suhadi ST, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup dan Tata Kota (BLHDTK) Kaur, di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan. Bahkan peristiwa itu sempat mengancam keselamatan anaknya bernama Rizki (10), sebelum bocah itu sendiri berhasil lolos dan menggagalkan upaya perampokan. Data terhimpun BE, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (12/6).
Saat iktu Rizki baru pulang dari sekolah di SDN 01 Kaur Selatan. Sementara Suhadi dan istrinya masih berada di kantor. Saat tiba di rumah, Rizki baru saja masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba melihat orang asing ada di dalam. Masih kaget melihat orang itu, Rizki sudah keburu disekap pelaku menggunakan kain sarung. Mulut korban dan tangannya diikat.
Namun entah kenapa, kaki Rizki tidak ikut diikat sehingga bocah itu langsung kabur keluar rumah. Di luar, dia berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan korban, pelaku pun memilih langsung kabur melewati pintu belakang. Pelaku meninggalkan sendal jepit. Tak lama tetangga sekitar langsung berdatangan. Di antaranya ada yang langsung memberitahu pihak kepolisian dan orang tua korban.
Saksi mata Mak Tono (37) mengungkapkan, pada saat terdengar teriakan korban, semua warga langsung datang ke rumah korban. Kemudian langsung menenangkan korban karena ketakutan. Lalu pihaknya langsung menelpon pihak kepolisian.
“Untung saja anak ini selamat, dan juga harta benda tidak ada yang hilang,” jelasnya. Sementara itu orang tua korban Suhadi ST mengatakan, diduga pelaku sudah tahu seluk beluk rumah. Dari ulahnya pelaku awalnya melewati pintu belakang, lalu mencongkel jendela, karena posisi jendela dekat dengan pintu tengah langsung membuka kunci pintu tersebut. “Ya kalu kita lihat dicongkel jendela dekat dapur ini kemudian langsung membuka pintu sehingga bisa masuk. Jelas hal ini pelkau nampaknya mengetahui seluk beluk rumah ini,” katanya.
Sementara itu Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan AKP Bayu Hermanto membenarkan kejadian tersebut. Untuk penyelidikan pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti yakni sandal yang ditinggalkan pelaku dan kain sarung. “Kemudian nantinya korban didampingi ibunya akan kita mintai keterangan, semuanya akan kita selidiki,” jelasnya. (823)
Sumber : http://bengkuluekspress.com
Irigasi Minim, Lumbung Beras Terancam
Keinginan menjadikan Kabupaten Kaur menjadi daerah penghasil beras di Provinsi Bengkulu, semakin sulit diwujudkan. Mengingat irigasi yang minim dibangun dan kurangnya tenaga kerja jadi momok menakutkan bagi para petani.
Pantauan BE, di kecamatan Kaur Selatan, Maje dan Nasal banyak petani mengeluh karena hasil panen tidak seimbang dengan biaya produksi. Biaya tinggi karena tenaga kerja mahal.
Dilain sisi rencana penanaman terhambat karena gangguan irigasi. Sumber air minim, diperparah sistem irigasi yang amburadul.”Air untuk irigasi sawah di Nasal semakin sulit, jaringan irigasi rusak, kita perlu jaringan tersier agar ditambah,” Indah (43) warga Nasal kepada BE kemarin (11/6).
Menurutnya, bagaimana ini tidak kurang kalau air yang mengalir ke jaringan sekunder pun tidak mencukupi. bendungan Air Nasal sebanarnya tidak kekurangan air, namun pembagianya jatah air untuk persawahan terkadang terabaikan.”Kita minta keprihatinan pemerintah soal irigasi ini, jika ini tidak disikapi jelas kaur tidak bisa menjadi lumbung beras.
Tapi kekurangan beras walaupun hamparan sawah hektaran,” jelasnya.Hal senada diungkapkan, Beni (43) warga Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, selain ketimpangan irigasi, minimnya tenaga kerja juga jadi momok.
Para petani dari kalangan pemuda beralih profesi sebagai ojek, akhirnya harus menyewa orang untuk mengurus sawah.”Melihat kondisi ini jelas sangat sulit Kaur akan maju, sehingga belum layak disebut lumbung padi atau beras,” ujarnya.Begitu juga, kata Rahmen warga Maje, mengungkapkan pun ikut kena imbas.
Petani berusia 60 tahun ini biasa menyewa tenaga kerja untuk sawahnya. Namun biaya sewa meningkat drastis dari biasa. Untuk panen kemarin, dia mengeluarkan Rp 1,9 juta, hanya untuk ongkos panen dari merontokkan padi hingga mengangkat gabah ke pinggir jalan.
Sebelum panen, dia harus mengeluarkan biaya tenaga kerja hingga Rp 1 juta untuk tanam bibit, cabut bibit dan semai bibit di sawah dan membuat garis di petakan sawah untuk jarak tanam.”hitung-hitungannya setelah potong semua biaya, mereka hanya memperoleh keuntungan Rp 3 juta/hektar selama 4 bulan sebelum panen berikutnya. Jadi setiap bulan kita cuma punya uang Rp 500 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Ir H Herwan mengungkapkan menyikapi psimisnya masyarakat soal nyandang Lumbung beras. Pihaknya mengakui hal itu namun semuanya bisa dilakukan asal petani benar-benar memperhatikan tanamanya.
Tahun ini irigasi memang akan dibangun semuanya untuk persawahan. Oleh karena itu tidak perlu kekwatiran soal sarana dan prasarana, karena pemerintah tengah proses dalam pembangunanya.”Kita sudah menggarkan untuk pembangunan irigasi, hal ini jelas kita optimis kaur bisa menjadi lumbung padi,” jelasnya. (823).
Sumber : http://bengkuluekspress.com
Jaringan PLN Terbakar, Listrik Padam 14 Jam
Jaringan kabel listrik milik PT PLN Ranting Bintuhan terbakar. Tak ayal selama selama 14 jam listrik Kabupaten Kaur mulai pukul 03.00-17.00 WIB, kemarin, padam.
Kepala PLN Ranting Bintuhan, Aji Heru Santo, mengungkapkan kebakaran kabel dekat mesin diesel PLN terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Belum diketahui persis kenapa kabel yang menghubungkan kabel induk ke pelanggan itu terbakar.
“Kita sudah memperbaikinya. Prediksi kita kebakaran akibat korsleting. Namun kondisinya tak terlalu parah,” ucapnya meyakinkan.
Ia pun mengakui imbas dari peristiwa itu aliran listrik ke kantor dan perumahan warga terpaksa padam.”Namun kami berupaya keras agar aliran listrik kembali menyala,” tuturnya.
PLN juga berjanji hari ini aliran listrik akan kembali normal. Apalagi ada rencana acara launching E-KTP. “Biasaya PLN tidak pernah memadamkan listrik. Kali ini bukan kesengajaan, tapi musibah,” ungkapnya.(823)
Sumber : http://bengkuluekspress.com
Tuesday, June 12, 2012
Ijazah SMA Segera Dibagikan
Blanko ijazah bagi lulusan SMA sederajat akan segera dibagikan ke masing-masing sekolah pada minggu depan. Pembagian blanko ijazah ke sekolah jumlahnya disesuaikan dengan data siswa yang lulus.
Sehingga tidak ada cadangan. Sampai hari ini untuk tingkat SMA tidak ada perubahan untuk data kelulusannya. Hal tersebut diungkapakan Kadispenbud Kaur M Daud Abdullah SPd melalui Kabid Dikmen Japilus MTPd didampingi Ketua MKKS SMA Drs Agussalim MTPd kepada BE, kemarin (9/6).
Dijelaskan Agusalim, sesuai hasil koordinasi dengan Provinsi Bengkulu blanko ijazah masih di Provinsi, lalu besok (hari ini,red) sudah didistribusikan ke Kaur. Di samping itu untuk Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional(SKHUN) masih menunggu dari provinsi dan harapannya sebelum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah datang.
Kalau belum ada SKHUN asli biasanya pakai SKHUN sementara dari sekolah. Namun diupayakan SKHUN yang asli sudah diberikan kepada siswa. ”Memang agak terlambat pembagian blanko izajah, namun sesuai hasil koordinasi baru kemarin ijazah tiba dari Jakarta ke Dinas Pendidikan Bengkulu. Sehingga mudah-mudahan besok (hari ini,red) sudah tiba ke Kaur, kemudian minggu-minggu ini jika sudah selesai diisi akan langsung dibagikan,” ujar Agus.
Sementara itu, jumlah blanko ijazah SMA telah tiba dan diterima oleh Dispenbud Kaur sebanyak 1.104. Saat ini tinggal menunggu ijazah dibagikan ke sekolah. Nantinya, kata Agus, jika lembar blanko ijazah SMA telah tiba dan diterima oleh Dinas Pendidikan, akan disesuaikan dalam berita acara penerimaan blanko ijazah, 1.104 blanko ijazah tersebut, berapa lembar blanko untuk SMA jurusan IPA dengan nomor serinya.
Selain itu juga, berapa jumlah blanko ijazah untuk SMA jurusan IPS semuanya dikemas dalam dua kardus yang terpisah. Setelah dihitung, lanjutnya, ijazah diterima pihaknya akan membagi terlebih dahulu sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. “Tidak semua tangan boleh memegang blanko ijazah itu mengingat pentingnya.
Supaya tidak rusak lalu harus kami bungkus plastik dan diikat biar aman dan tidak rusak, kemudian jumlah distribusi ijazah sesuai jumlah siswa setiap sekolah,” jelas Agus.
Selanjutnya, untuk blanko cadangan tidak akan diberikan kepada sekolah, jika ada kesalahan atau kekurangan maka pihak sekolah mendata kemudian disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi.”Cadangan ada di dinas pronvinsi sedangkan kabupaten tidak ada.
Maka setiap sekolah dianjurkan berhati-hati dalam menulis nama siswa dalam blanko ijazah,” jelasnya. Lanjut Agus, Dispenbud Kaur meminta kepada sekolah jika blanko ijazah sudah diterima besok (hari ini,red) maka seminggu lagi bisa memberikan langsung ke siswa. “Kita tidak perlu menahan lama-lama ijazah itu, lantaran sebagian siswa dipergunakan untuk sekolah dan juga kerja, minggu depan ijazah sudah dibagikan,” pungkasnya. (823)
Sumber : http://bengkuluekspress.com/
Sunday, June 10, 2012
Membuat Sate Dari Gurita
Potensi laut di Indonesia sangat beraneka ragam untuk memanfaatkan hasil laut yang berlimpah seorang pria di Kabupaten Kaur Bengkulu sukses membuka warung guritanya. Warungnya kian laris karena lokasinya terdapat dilintas Sumatera yang memang selalu ramai.
Saturday, June 9, 2012
Usut Korupsi Pasar, Pejabat Kaur Diperiksa
Kejari Bintuhan kemarin (5/6) merealisasikan rencananya memeriksa sejumlah pihak yang terkait dalam upaya pengusutan kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan pasar tradisional di 11 kecamatan dalam Kabupaten Kaur senilai Rp 1,3 miliar dari APBN 2011.
Seperti dijadwalkan, kemarin adalah giliran tim PHO, KPA (Drs Agunawan MM), panitia pengadaan barang. Tampak juga pejabat dan mantan pejabat Pemkab Kaur, yakni Kepala Disperindakop dan mantan kepala Disperindakop Kaur Drs Sarjoni Hanfi serta mantan sekretaris Disperindakop Ilal Mahdi SPd.
Untuk memeriksa semua saksi, jaksa penyidik membutuhkan waktu selama tujuh jam. Pemeriksaan dimulai pukul 08.00-15.00 WIB. Kajari Kaur M Iwa Swia Pribawa SH melalui Kasi Intel Romza Septiawan SH MH kepada wartawan kemarin (5/6) menjelaskan, pemerikasaan pejabat dan mantan pejabat dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Lalu dilanjutkan ke tim panitianya. '
Dijelaskan Romza, dalam pemeriksaan itu saksi hanya dimintai keterangan soal proses pembangunan pasar. Penyidik, kata dia, hanya melengkapi data visual.
“Makanya butuh keterangan dari PA, PHO dan panitia serta rekanan agar data visual dan dokumen penyidikan disesuaikan dengan keterangan saksi, kemudian nanti kita bandingkan dengan hasil hitungan saksi ahli,” ujarnya.
Sesuai hasil penyidikan itu, kata Romza, 12 pembangunan pasar diduga adanya penyimpangan anggaran. Sehingga untuk memastikan adanya kerugian pihaknya masih menunggu hasil hitungan dari pihak BPKP.
Namun di samping itu juga pihaknya masih menunggu hasil hitungan saksi ahli. Sebab sebelumnya saksi ahli telah mengecek data di lapangan. Informasinya, perhitungan BPKP itu akan diketahui dalam minggu ini. “Kita tunggu semuanya rampung apakah sesuai data yang ada atau sebaliknya. Karena semuanya butuh waktu,” katanya. (823)
Sumber : http://bengkuluekspress.com
Geber Sidik Korupsi KPU Kaur
Penyidikan dugaan korupsi dana hibah di KPU Kaur, terus digeber Kejari Bintuhan. Setelah melakukan pemeriksaan ketua dan anggota KPU, Senin (4/6) yang lalu.
Kemarin (6/6) sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB giliran beberapa staf KPU Kaur dan mantan PNS Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Asli Daerah (DPPKAD) dimintai keterangan.
Mereka adalah Pa, Sa, Ma, sementara El berhalangan hadir. Sementara mantan PNS DPPKAD yang diperiksa, Uj dan Ye a diperiksa terkait besaran anggaran KPU Kaur tahun 2010.
Sebelumnya penyidik juga telah melakukan pemeriksaan 6 staf KPU Kaur, pada Selasa (5/6). Meraka adalah Rt, RA, Ag, De dan dua orang staf lainnya. Sama dengan pemeriksaan sebelumnya, para saksi dimintai keterangan oleh penyidik terkait Surat Pertanggungjawaban (SPj) kegiatan KPU Kaur tahun 2010. Tujuan untuk mengecek apakah SPj itu memang benar adanya atau fiktip. Selain itu mereka juga dimintai keterangan seputar beberapa kegiatan di KPU tahun anggaran 2010 lalu.
Kajari Bintuhan M Iwa Suwia Pribawa, SH melalui Kasi Pidsus M Arfi, SH mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan secara maraton dalam satu minggu ini. Mengingat saksi yang akan diperiksa sekitar 48 orang.
“Saksi yang akan kami periksa ulang dalam kasus ini cukup banyak sekitar 48 orang. Kami harus bekerja cepat menuntaskan pemeriksaan, sehingga dalam 1 minggu ini jaksa penyidik akan bekerja keras. Juga akan diperiksa mantan sekda dan mantan kepala DPPKAD,’’ ujar Arfi.
Setelah pemeriksaan para saksi, lanjut Arfi baru dilakukan pemeriksaan 1 tsk Ay, merupakan mantan Sekretaris KPU Kaur yang saat ini staf ahli Bidang Hukum Pemda Kaur. ‘’Dari sini nantinya bisa saja akan didapati tersangka lainnya,’’ imbuhnya.
Hingga kemarin sudah ada 19 orang saksi menjalani pemeriksaan. Rinciannya 4 orang anggota dan Ketua KPU. Sementara 13 lainnya, masing-masing kasubag dan staf KPU Kaur yang terlibat saat itu. Lainnya, 2 orang mantan staf DPPKAD Kaur.
Semenetara itu tersangka dalam kasus korupsi dana KPU tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar. Yang diketahui berinisial AY mantan sekretaris KPU Kaur yang juga. Sampai saat ini belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.
“Untuk kerugian negara dari perhitungan sementara terhadap anggaran Rp 1 miliar dana hibah yang dicairkan, mencapai Rp 500 juta. Dan dalam waktu dekat kami akan meminta BPKP atau BPK untuk melakukan audit, sehingga didapati angka pastinya. Karena BPKP atau BPK lah yang berkompeten melakukan audit,’’demikain Arfi. (cik)
Sumber : http://harianrakyatbengkulu.com
Friday, June 1, 2012
Dirazia, Pedagang BBM Datangi Disperidagkop
Pasca razia pedagang eceran BBM yang dilakukan Polres Kaur sejak sepekan terakhir, pedagang BBM eceran di Kecematan Kaur Selatan mendatangi Dinas Perdagangan Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop dan UKM) Kabupaten Kaur, kemarin (29/5).
Kedatangan mereka yang berjumlah sepuluh orang itu, minta agar Disperidagkop dan UKM Kaur untuk memberikan surat izin berjualan BBM eceran– sama dengan pedagang lainnya.
Kalau permintaan mereka tidak terpenuhi maka Polres Kaur tidak akan mengeluarkan sejumlah premium dan solar, yang diamankan Polres Kaur saat gelar razia beberapa hari lalu.
‘’Kami ke sini minta surat izin berjualan BBM dari Disperidagkop dan UKM. Karena sejumlah minyak jenis premium, dan solar yang kami jual secara eceran, diamankan polisi saat razia. Kalau kami tidak memiliki surat izin dari Disperindagkop, dan UKM, kami tidak dibolehkan berjualan BBM eceran.
Juga minyak yang diamankan oleh Polres Kaur itu tidak bisa kami ambil,’’ ungkap perwakilan pedagang, Toni kepada pegawai Disperindagkop kemarin (29/5).
Menanggapi keluhan para pedagang BBM eceran, Kadisperindagkop dan UKM Kaur, Drs. Agunawan, MM, melalui Sekretaris Nusirwan, SP, menyatakan belum dapat memutuskan apakah Disperidagkop dan UKM bisa mengeluarkan surat izin tersebut– atau tidak. Karena harus menunggu Kadis Kabid Perdagangan yang saat ini masih tugas luar.
‘’Memang surat izin tersebut kami yang mengeluarkan. Maka itu, beberapa pedagang BBM eceran yang tidak mengantongi surat izin tersebut, minyak mereka diamankan. Apalagi mereka menjual BBM diatas Rp 6.000/liter,’’ jelas Nusirwan.
Jadi untuk mengeluakan surat izin yang diharapkan para pedagang, untuk sementara ini belum bisa dipenuhi. Karena pejabat yang berwenang masalah ini masih berada di Bengkulu. Mungkin baru Senin depan tuntutan para pedagang BBM eceran ini bisa terpenuhi,” papar Nusirwan dihadapan para pedagang pengecer BBM.
Tak lama setelah mendengar penjelasan dari Disperindagkop dan UKM, para pedagang membubarkan diri secara tertib. ‘’Kami hanya ingin tahu, kenapa pedagang lainnya mendapat izin sementara pedagang lainnya tidak diberikan. Kami bersedia mematuhi aturan, semua persyaratan akan kami patuhi,’’ jelas Toni.
Sementara Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja, mengatakan pihaknya tetap tidak mengizinkan para pengecer berjualan tanpa mengantongi surat izin dari Disperindagkop dan UKM.
‘’Kalau mereka ada izin dan tidak menjual BBM diatas Rp 6.000/liter, kita tidak gelar razia. Tapi sekarang mereka jual BBM jenis premium Rp 7.000-9.000/liter. Kalau masih ada yang menjual diatas Rp 6.000 ribu/liter, jangan salahkan kami kalau minyak jualan tersebut kita sita,” tegas Lumban.(cik)
Sumber : http://harianrakyatbengkulu.com/
Stok BBM di Kaur Habis
Masalah kelangkaan BBM belum juga berakhir. Bahkan di Kabupaten Kaur, stok BBM sudah kosong, kemarin. Akibatnya, antrian kendaraan di SPBU Kota Bintuhan terpantau memanjang hingga nyaris menutup separuh badan jalan raya. Kondisi antrian panjang itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir.
Informasi terhimpun, selain banyaknya kendaraan yang antri, pasokan BBM ke Kaur ternyata juga berkurang. Biasanya 16 ton per hari menjadi 8 ton sehari. Pantaun BE, kemarin sekitar pukul 08.00 WIB-pukul 10.00 WIB, antrian kendaran roda empat hanya terjadi pada pembelian solar dan premium. Sementara tidak terlihat antrian pada pembelian pertamax.
Pada pembelian premiun, antrian kendaraan roda dua motor juga terlihat semakin panjang. Bahkan, puluhan motor dengan tangki berkapasitas belasan liter yang banyak digunakan para pedagang bensin eceran terlihat ikut mengantri.
“Setiap hari, motor-motor bertangki besar dengan kapasitas 16 hingga 17 liter bensin ikut mengantri berama warga lainnya. Bahkan, mereka terlihat bolak-balik ke SPBU membeli bensin,” ungkap Rijal (45), warga Bintuhan, saat ditemui mengantri BBM di SPBU Bintuhan kemarin (29/5).
Tidak terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga di sejumlah SPBU, khususnya di jalan raya, sehingga tidak tertibnya kendaraan saat melintas di jalanan. Antrian kendaraan tidak teratur seharus pihak kepolisian melakukan aktivitas. “Kita lihat semuanya tidak terautur mulai dari arah kota Bintuhan menuju kecamatan Maje dan sebaliknya. Bahkan, antrian panjang hingga mencapai 500 meter,” jelasnya.
Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK melalui Perwira Pengelola Informasi Brigpol Sudiro mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah menerjunkan beberapa personil untuk mengawasi BBM mengingat banyaknya kendaraan yang melintas cukup padat sehingga terjadi kemacetan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasinya, namun kondisnya jalan sempit kemudian kendaraan berbagai jenis melintas,” jelasnya. Sementara itu, Kadisperindakop dan UKM Kaur Drs Agunawan MM mengatakan persoalan kurangnya stok BBM memang sudah merekakoordinasikan dengan Pertamina. Namun belum juga ada solusi dari Pertamina.
“Memang kapasitasi kuota BBM disesuaikan dengan daerah masing-masing, namun jika masih juga kurang tentunya menjadi persoalan, selian antrian juga mengambat ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sumber : http://bengkuluekspress.com/
Saturday, May 26, 2012
Kucuran Dana 1 Miliar Untuk Nelayan Kabupaten Kaur
Dana sebesar Rp1 miliar akan diterima oleh seluruh nelayan di kabupaten Kaur, Prov Bengkulu. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini berupa modal usaha berbasis kelompok masyarakat nelayan sebanyak 10 kelompok.
“Pemberian bantuan ini akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, kepada Bupati Kaur yang nantinya akan diserahkan kepada masing-masing kelompok. Sehingga setiap kelompok akan menerima sejumlah Rp100 juta.” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaur Ir. Yetminson, Selasa (22/5).
Saat ini masih dilakukan identifikasi terhadap kelompok mana yang akan menerima bantuan. Dijadwalkan pada awal bulan Juli mendatang sudah disalurkan bantuan melalui rekening kelompok yang sudah dipilih.
Sepuluh kelompok tersebut akan diambil dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang tersebar di seluruh tujuh kecamatan di pesisir Kaur. Sampai saat ini jumlah kelompok nelayan yang sudah mengajukan ke Dinas Kelautan dan Perikanan berjumlah lebih dari 100 kelompok.
“Yang telah diidentifikasi baru 75 kelompok dan dari 75 kelompok ini akan diseleksi menjadi 10 kelompok,” lanjutnya. (MC Kota Bengkulu/sity/toeb)
Sumber : http://www.infopublik.org/
Pembuatan KPE di Kabupaten Kaur Tuntas Akhir Mei
Sejak seminggu yang lalu proses pencetakan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, sudah berjalan dan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah melakukan pencetakan KPE, di Gedung Aula Serba Guna (GSG) Pemkab Kaur.
“KPE akan menjadi kartu multi fungsi. Selain menjadi Kartu Tanda Pengenal Pegawai, juga berfungsi sebagai kartu ATM, Askes, Absensi dan Taspen,” kata Kepala BKD Kaur Drs. Rolan Haidi, melalui Kabid Mutasi Erianto, SE, Selasa (22/5).Saat ini baru beberapa SKPD telah melakukan proses KPE. Sedangkan untuk SKPD lainnya akan menyusul sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini sendiri akan dilakukan hingga 26 Mei mendatang.
“Untuk ke depan, gaji PNS akan diterima langsung ke rekening mereka masing-masing. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti perampokan dan penyelewengan gaji bisa dihindari,” tambahnya.
Setelah KPE selesai diproses, BKD juga akan memberlakukansistem absensi dari manual menjadi sistem sidik jari. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pegawai untuk tidak disiplin karena absensinya tidak bisa diwakilkan. (MC Kota Bengkulu/septi/toeb)
Sumber : http://www.infopublik.org/
Thursday, May 24, 2012
Muslikah Dinobatkan sebagai Srikandi pendidikan Kaur
Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menobatkan Muslikah (53) srikandi pendidikan yang dengan sangat gigih mendukung kedua anaknya yang cacat untuk besekolah.
Penobatan itu dilakukan saat memperingati hari Ulang tahun Kabupaten Kaur ke-9 di Desa tertinggal Bukit Indah dalam kecamatan Nasal setempat, kata Bupati Hermen Malik dihubungi, Rabu.
Penobatan itu dilakukan saat memperingati hari Ulang tahun Kabupaten Kaur ke-9 di Desa tertinggal Bukit Indah dalam kecamatan Nasal setempat, kata Bupati Hermen Malik dihubungi, Rabu.
Ia mengatakan, sangat langka seorang ibu mendukung kedua anaknya yan cacat yaitu Umi (13) cacat mental dan adiknya Diki (9) cacat bagian kaki setiap hari digendong kesekolah.
Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.
Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.
"Saya melihat sendiri tahun lalu saat berkampanye untuk menjadi calon bupati Kaur, keuletan ibu rumah tangga seorang petani kurang berhasil itu menjadi tonggak sejarah pendidik," katanya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur M Daud Abdullah ketika dihubungi mengatakan, pada penobatan srikandi pendidikan itu, Muslikah mendapat beberapa batuan darti pemerintah daerah.
Bantuan tersebut sebuah generator listrik, laptop, meja belajar dan perangkat sekolah kedua anaknya yang cacat itu serta bantuan lainnya sebagai jaminan kesejahtraan keluarganya.
Pada penyerahan bantuan tersebut, bupati berjanji akan membangun jalan ke Desa Tanjung Aur, khususnya dari rumah Salikah ke sekolah sepanjang 1,5 kilomter karena melewati berkebunan penduduk, ujarnya.
Selain itu Pemkab Kaur sudah membuat kegiatan salikah dalam sebuah kaset dan dikirim ke Amerika serikat dan kebetulan ada warga Kaur sekolah di negara itu, tambahnya.(Z005)
Sumber : http://www.antarabengkulu.com/
Muslikah Srikandi Pendidikan di Kaur
Muslikah, sosok wanita desa yang peduli terhadap pendidikan, sehingga ia mendapat predikat Srikandi Pendidikan di Kabupaten Kaur. Predikat itu melalui penobatan oleh Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Hermen Malik pada peringatan HUT Kabupaten Kaur ke-9 tahun 2012.
Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.
Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.
Melalui program “Bintang Jemput Bintang” pemerintah menyaring remaja pelajar untuk dikirim menjadi duta pendidikan. Puluhan remaja mendapat kesempatan menimbah ilmu pengetahuan di universitas luar dan dalam negeri melalui bantuan anggaran pemerintah setempat. Bahkan pemerintah Kabupaten Kaur mengundang pihak luar yang peduli pendidikan. (rs)
"Tahun lalu ketika berkunjung kepada masyarakat perdesaan saya melihat sendiri seorang perempaun yang ulet menghantarkan anaknya untuk mendapat pendidikan, sehingga dengan itu menginspirasikan pemerintah daerah untuk menjadikan Muslikah srikandi pendidikan sebagai tonggak sejarah pendidik," katanya.
Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menobatkan Muslikah (53) srikandi pendidikan yang dengan sangat gigih mendukung kedua anaknya yang cacat untuk besekolah. Hermen mangatakan saat ini menemukan peristiwa itu amat langka seorang ibu mendukung kedua anaknya yang cacat fisik dan mental. Umi (13) cacat mental dan adiknya Diki (9) cacat bagian kaki setiap hari digendong kesekolah.
Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.
Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.
Hermen Malik tidak hanya memeberikan predikat untuk seseorang wanita baya itu, namun dalam mewujudkan pembangun berwawasan kependudukan ia mengemas beberapa program lainnya untuk percepat tumbuhnya kualitas sumber daya manusia.
Melalui program “Bintang Jemput Bintang” pemerintah menyaring remaja pelajar untuk dikirim menjadi duta pendidikan. Puluhan remaja mendapat kesempatan menimbah ilmu pengetahuan di universitas luar dan dalam negeri melalui bantuan anggaran pemerintah setempat. Bahkan pemerintah Kabupaten Kaur mengundang pihak luar yang peduli pendidikan. (rs)
Sumber :http://bengkulu.bkkbn.go.id/
Muslikah Tiap Hari Menggendong Anaknya yang Cacat ke Sekolah
Rutinitas Muslikah setiap hari diisi dengan menggendong dua anaknya yang cacat, yakni Umi (13) yang cacat mental dan adiknya, Diki (9) yang menderita cacat di kaki, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah ke sekolahnya.
Jarak tersebut ditempuh selama dua jam di musim kemarau dan lima jam di musim penghujan. Musliah (53) tahun tak pernah absen mengantarkan kedua anaknya demi mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Muslikah Tiap Hari Menggendong Anaknya yang Cacat ke Sekolah
Rutinitas Muslikah setiap hari diisi dengan menggendong dua anaknya yang cacat, yakni Umi (13) yang cacat mental dan adiknya, Diki (9) yang menderita cacat di kaki, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah ke sekolahnya.
Jarak tersebut ditempuh selama dua jam di musim kemarau dan lima jam di musim penghujan. Musliah (53) tahun tak pernah absen mengantarkan kedua anaknya demi mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Si sulung, Umi baru duduk di kelas satu SD dan adiknya di kelas dua, bersekolah di desa Tanjung Aur, kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Berkat semangatnya yang tak pernah padam itu, pemerintah Kabupaten Kaur, menobatkan Muslikah sebagai srikandi pendidikan. Penobatan dilakukan saat memperingati hari jadi Kabupaten Kaur ke-9 di desa tertinggal Bukit Indah, Kecamatan Nasal.
"Saya melihat sendiri tahun lalu saat berkampanye untuk menjadi calon bupati Kaur, keuletan ibu rumah tangga seorang petani kurang berhasil itu menjadi tonggak sejarah pendidik," kata Bupati Kaur, Hermen Malik.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari desanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur M Daud Abdullah ketika dihubungi mengatakan, pada penobatan srikandi pendidikan itu, Muslikah mendapat beberapa batuan dari pemerintah daerah.
Bantuan tersebut antara lain sebuah generator listrik, laptop, meja belajar dan perangkat sekolah kedua anaknya yang cacat itu serta bantuan lainnya sebagai jaminan kesejahteraan keluarganya.
Pada penyerahan bantuan tersebut, bupati berjanji akan membangun jalan ke Desa Tanjung Aur, khususnya dari rumah Salikah ke sekolah sepanjang 1,5 kilomter karena melewati berkebunan penduduk, ujarnya.
Selain itu Pemkab Kaur juga mendokumentasikan keseharian Muslikah dalam format video untuk dikirim ke Amerika serikat karena kebetulan ada warga Kaur sekolah di negara itu, tambahnya.
Sumber : http://edukasi.kompas.com
Kaur akan kirim siswa belajar ke Inggris
Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, akan mengirim sejumlah siswa dari daerah ini ke Inggris dan beberapa sekolah terkemuka di tanah air.
Saat ini sudah dikirimkan sebanyak 32 siswa dari 80 lulusan sekolah menengah atas (SMA), untuk diseleksi di Universitas Bengkulu untuk kemudian akan diambil sepuluh siswa terbaik, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, M Daud Abdullah, di Bintuhan, Kaur, Kamis.
"Sebanyak 32 siswa itu langsung saya antar ke Universitas Bengkulu dan diserahkan kepada Rektor Unib, Prof Dr Zainal Muktamar untuk diseleksi," kata dia.
Penyeleksian itu dilakukan di Unib, mengingat sebelumnya sudah ada kerja sama dengan Pemkab Kaur, khususnya untuk menyelesi siswa terbaik yang akan dikirim ke luar Bengkulu.
Saat ini sudah dikirimkan sebanyak 32 siswa dari 80 lulusan sekolah menengah atas (SMA), untuk diseleksi di Universitas Bengkulu untuk kemudian akan diambil sepuluh siswa terbaik, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, M Daud Abdullah, di Bintuhan, Kaur, Kamis.
"Sebanyak 32 siswa itu langsung saya antar ke Universitas Bengkulu dan diserahkan kepada Rektor Unib, Prof Dr Zainal Muktamar untuk diseleksi," kata dia.
Penyeleksian itu dilakukan di Unib, mengingat sebelumnya sudah ada kerja sama dengan Pemkab Kaur, khususnya untuk menyelesi siswa terbaik yang akan dikirim ke luar Bengkulu.
Dia mengemukakan, bila pihak Unib sudah menyeleksi siswa itu menjadi sepuluh orang, akan dibimbing lagi selama satu bulan untuk mematangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka.
Sebanyak sepuluh orang siswa terbaik itu, dua orang akan dikirim untuk bersekolah di Inggris, sedangkan sisanya akan kuliah pada perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, dan semuanya akan dibiayai pemerintah daerah setempat.
Pengiriman siswa berprestasi itu, untuk meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Kaur ke depan dan diharapkan menjadi pemimpin di negeri sendiri, ujar dia pula.
Humas Pemkab Kaur, Asnawi mengatakan, penyeleksian siswa tersebut dilakukan di lokasi peringatan HUT Kabupaten Kaur, yaitu di Desa Bukit Indah, dengan melibatkan tenaga pendidik dari Universitas Bengkulu.
Para siswa yang diseleksi itu, sebagian besar warga pedesaan yang kondisi orang tuanya tidak mampu atau petani dan nelayan yang penghidupannya kurang berhasil, kata dia pula.(Z005)
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com/
HUT Kabupaten Kaur dipusatkan di desa tertinggal
Peringatan hari ulang tahun Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ke-9 tahun 2012 dilaksanakan di Desa Bukit Indah salah satu desa tertinggal di wilayah itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur, Mulyadi Usminm, Rabu mengatakan, untuk menuju ke desa itu diperlukan waktu tiga sampai empat jam perjalanan roda dua karena melalui tanjakan terjal atau sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur, Mulyadi Usminm, Rabu mengatakan, untuk menuju ke desa itu diperlukan waktu tiga sampai empat jam perjalanan roda dua karena melalui tanjakan terjal atau sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten.
Ia mengatakan, tamu dan undangan para pejabat dari kabupaten se-Bengkulu dan provinsi tetangga Sumsel sudah bermalam di lokasi yakni Desa Bukit Indah karena acara dimulai pukul 08.00 WIB.
HUT Kabupaten Kaur yang ke-9 di laksanakan di daerah terpencil di atas bukit yaitu di desa Bukit Indah Kecamatan Nasal, salah satu wilayah yang saat ini pendidikan , Pelayanan Kesehatan masih sangat terbatas dikarenakan transportasinya masih sulit.
Dirayakannya HUT ke-9 di tempat tersebut. Bupati kaur berkeinginan mengajak para pejabat, Muspida dan Masyarakat Kaur bersama sama membangun Kabupaten Kaur, karena Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten Tertinggal di Indonesia.
Dirayakannya HUT ke-9 di tempat tersebut. Bupati kaur berkeinginan mengajak para pejabat, Muspida dan Masyarakat Kaur bersama sama membangun Kabupaten Kaur, karena Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten Tertinggal di Indonesia.
Digelarnya HUT kabupaten di desa tertinggal itu untuk berbagi rasa dengan masyarakat desa terpencil sekaligus mengangkat seorang ibu di desa tersebut menjadi srikandi pendidikan.
"Saya lupa namanya, tapi saat Bupati Kaur Hermen Malik berkunjung ke daerah itu melakukan kampanye calon bupati tahun lalu menemukan seorang ibu tersebut," ujarnya.
Ia menguraikan, seorang ibu penduduk Desa Bukit Indah itu setiap hari menggendong anaknya yang cacat untuk bersekolah ke desa tersebut padahal jarak dari pondok kebunnya ke sekolah sekitar tiga kilometer.
Setiap hari ibu itu berjalan kaki menyeberangi sungai dan jalan setapak mengantar anaknya yang cacat itu ke sekolah, kadang kala sampai di sekolah dasar itu tidak ada guru dan kembali lagi ke kebunnya.
Berdasarkan penemuan unik untuk mendukung anak sekolah, maka ibu itu akan dijadikan srikandi pendidikan di Kabupaten Kaur sekaligus menjadi desa itu sekolah percontohan karena sudah ada beberapa guru orang asing mengajar di desa tersebut.
Pemkab Kaur lebih memprioritaskan pada sektor pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia handal di masa mendatang,katanya.
Seorang camat Saftiur ketika dihubungi mengatakan, desa itu berada di kaki perbukitan, namun tidak masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Dari desa itu terlihat lautan samudra terbentang luas dan panorama alam yang indah, sehingga sangat cocok dijadikan obyek wisata alam di kabupaten Kaur, ujarnya.(Z005)
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com/
Thursday, May 17, 2012
286 CPNS Naik Status
Senyum kebahagiaan terpancar di wajah 286 CPNS Pemkab Kaur. Status mereka kemarin, telah berubah menjadi PNS. Dengan begitu 286 birokrat itu akan mendapatkan gaji penuh. Pengangkatan itu ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) dan pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik MSc di aula Gedung Serba Guna (GSG), kemarin (14/5).
Sekkab Kaur Drs H Mulyadi Usman MPd didampingi Kepala BKD Kaur Drs Rolan Haidi mengatakan para CPNS yang akan diangkat menjadi PNS telah mengumpulkan syarat seperti fotokopi DP-3 terakhir, fotokopi SK CPNS, piagam Prajabatan serta surat keterangan sehat dari tim penguji kesehatan.
Mereka adalah farmasi CPNS formasi umum tahun 2010 TMT tahun 2011 berjumlah 271 yang terdiri dari golongan III sebanyak 168 orang dan golongan II sebanyak 97 orang. Kemudian honorer tahun 2005 terhitung menjalankan tugas (TMT) 1 Januari 2010 untuk Golongan III sebanyak 10 orang, Golongan II sebanyak 13 orang. Formasi honorer tahun 2005 yang TMT tahun 2008 yang berdasarkan Surat Perintah Menjalankan Tugas (SPMT) 1 Januari 2010 yang lalu. Sebanyak 6 orang yang terbagi menjadi 2 orang golongan III dan empat orang golongan dua, sehingga totalnya ada sekitar 286 CPNS. “Sesuai aturan mereka sedah melengkapi persyaratan itu, sehingga mereka berhak menyandang PNS serta tunjangan sesuai golonganya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik Msc mengatakan, PNS merupakan pelayan publik yang harus memberikan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu PNS wajib mematuhi aturan yang berlaku, jika tidak maka saksi tegas akan dilakukannya. “Harapan kita dengan sumpah PNS ini akan menjadi cabuk bagi PNS yang melanggar, oleh karena itu lakukan pekerjaan sesuai dengan kemampunya,” ujarnya.(823)
http://bengkuluekspress.com/
Lusa, Berkas Cakades Disetor
Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kaur melalui Bidang Pemerintahan Desa memberikan limit 16 Mei mendatang calon kepala desa (Cakades) menyerahkan formulir pencalonan.
Ada 45 desa yang akan menggelar Pilkades. Kepala BPMP-KB Sepuan Yunir SSos melalui Kasubid Pemerintah Desa Satriana SSt MSi kepada BE mengatakan, ada 45 kades akan berakhir masa jabatan Juni mendatang.
Diantaranya di Kecamatan lungkang Kule 1 desa, Padang Guci Hilir 5 desa, padang Guci Hulu 4 desa, Kaur Utara 7 desa, Kelam Tengah 1 desa, Tanjung Kemuning 4 desa, semidang Gumay 1 desa, Kinal 1 desa, Luas 1 desa, Muara Sahung 4 desa, Tetap 3 desa, Kaur Selatan 6 desa, Nasal 5 desa dan Maje 2 desa. ”Dari 15 kecamatan yang ada di Kaur hanya Kaur Tengah 6 yang tidak menggelar Pilkades serentak dengan 14 kecamatan lain. Kadesnya belum berakhir masa jabatannya,” jelas Sastri kepada BE kemarin (14/5).
Dijelaskan Satri, beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk mencalonkan diri menjadi Kades yakni salah satunya berpendidikan minimal SLTA sederajad serta beberapa syarat lainnya. Sedangkan kades yang saat ini menjabat dapat kembali menyampaikan peendaftaran kembali menjadi cakades. “Bagi kades yang masih menjabat dan akan berakhir masa jabatannya dapat kembali mencalonkan diri.
Sesuai dengan persyaratan dan ketentuan berlaku,” ujarnya. Sementara itu, sesuai tahapan Pilkades yang sudah dibentuk 4-10 April BPD melakukan sosialisasi ke desa untuk segera pemilihan Kades, 11-12 April Pembentukan Panitia Pilkades, 13-12 Mei Panitia Pilkades menjaring Nama Calon Kades, 14-16 Mei Panitia menyampikan nama bakal calon Kades kemudian direkap untuk diberitahukan kepada bupati, bahwa sudah siap melaksanakan Pilkades. Kemudian awal juni siap menggelar Pilkades, setelah itu baru perekapan.”Namun di sana untuk Pilkades belum ditentukan tanggal berapa. Namun kita usahankan awal Juni sudah terselenggara,” jelasnya.(823)
http://bengkuluekspress.com/
Monday, May 7, 2012
Wabup Kaur : remaja mandiri wujudkan pembangunan kependudukan
Wakil Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Yulis Suti Sutri mengatakan untuk mencapai pembangunan yang berwawasan kependudukan di masa datang sangat bergantung dari kemandirian remaja.
“Remaja yang mandiri dapat mewujudkan pembangunan kependudukan melalui generasi yang berkualitas,” kata Yulis Suti Sutri pada penutupan Bhayangkara KB di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, belum lama ini.
“Remaja yang mandiri dapat mewujudkan pembangunan kependudukan melalui generasi yang berkualitas,” kata Yulis Suti Sutri pada penutupan Bhayangkara KB di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, belum lama ini.
Ia mengharapkan sejumlah pemangku kebijakan untuk memulai membangun penduduk dengan menyiapkan mental generasi muda sehingga terwujudnya pembangunan kependudukan yang sejalan dengan sasarn MDGs.
Remaja merupakan aset bangsa yang paling besar, keberhasilan dalam membangun kualitas dan mental kaum muda maka akan menghasilkan generasi yang dapat mengantarkan bangsa yang bermartabat.
Yulis mengimbau generasi muda untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan. Baik melalui penyiapan pendidikan formal maupun nonformal agar tidak meninggalkan norma agama dan budaya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masadepan. “Remaja jangan dulu berkeluarga di usia muda karena menikah di usia muda banyak resiko yang akan kita temui," ujarnya.
Salah satunya sering terjadi keributan yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, itu semua karena belum bisa mengontrol emosi yang masih labil dan belum siap memikul beban tanggung jawab hidup berumah tangga.
Untuk diketahui berdasarkan hasil SP 2010, angka perceraian di Provinsi Bengkulu mencapai 59 ribu kasus perceraian. Dari jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu 1.715.518 jiwa terdapat jenis kelamin wanita 838.359 orang dan laki-laki sebanyak 877.159 jiwa.
Menyebutkan status perkawinan di wilayah Provinsi Bengkulu 409.140 perkawinan terdapat kasus perceraian mencapai 59. 149 kejadian baik ditingkat perdesaan maupun perkotaan.
Status penduduk berumur 10 tahun keatas menurut wilayah di Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 409.140 perkawinan terdapat status cerai hidup sebanyak13.955 kasus, cerai mati mencapai 45.194 peristiwa sehingga wanita berstatus janda mencapai 59.149 orang.
Pasangan keluarga dalam perceraian tersebut terdapat pada masyarakat perkotaan sebanyak 16.904 peristiwa dan tingkat pedesaan mencapai 42.145 kasus kondisi tersebut tersebut menunjukkan tingginya angka cerai ditingkat masyarakat desa.
“Bagi yang sudah berkeluarga agar menanamkan rencana untuk membentuk sebuah keluarga yang berkualitas, harus ikut program KB karena bila keluarga mempunyai banyak anak akan lebih sulit membinanya dibandingkan anak yang sedikit, sebagai orang tua kita harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, katanya.
Wabup mengharapkan pencapaian program KB masih perlu pembinaan serta konseling bagi penyuluh lapangan KB, meningkatkan jejaring kemitraan seperti tokoh adat, tokoh agama, LSM, petugas medis dan paramedis guna mengimbangi rendahya partisipasi pria dalam ber KB khususnya MOP.
Dalam rangka mempercepat revitalisasi program KB, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa Prempuan dan Keluarga Berencana (BPMDP-KB), Kabupaten Kaur saya harapkan bekerja sama dengan instansi terkait untuk kemajuan KB Kabupaten Kaur dimasa mendatang.(mel/min)
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com
Bhayangkara Polres Kaur serap 1.691 Akseptor baru
Kegiatan Bhayangkara KB Kesehatan di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mampu menyerap peserta baru keluarga berencana sebanyak 1.691 akseptor.
Gerak Bhayangkara KB kesehatan di daerah itu berlangsung di sejumlah wilayah kecamatan dengan pelayanan sejak 18 -28 April 2012.
Kepala Kepolisian Resor Ajung Komisaris Besar (AKBP) Andy Kirnanda Wijaya, Senin mengatakan, kegiatan
KB Kesehatan dengan pelayanan gratis pemasangan alat kontrasepsi dan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan peserta KB guna meningkatknya derajat kesehatan masyarakat di daerah itu.
Gerak Bhayangkara KB kesehatan di daerah itu berlangsung di sejumlah wilayah kecamatan dengan pelayanan sejak 18 -28 April 2012.
Kepala Kepolisian Resor Ajung Komisaris Besar (AKBP) Andy Kirnanda Wijaya, Senin mengatakan, kegiatan
KB Kesehatan dengan pelayanan gratis pemasangan alat kontrasepsi dan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan peserta KB guna meningkatknya derajat kesehatan masyarakat di daerah itu.
“Kita gelar pelayanan pada 15 kecamatan KB gratis maupun kesehatan dasar. Kedua kegiatan yang digelar tersebut cukup mendapat apresiasi dari warga setempat,” katanya.
Pelayanan KB gratis di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kaur peserta terbanyak menggunakan alat kontrasepsi intra Uterine Device (IUD) 36 orang, implan 279, suntik sebanyak 495, kondom 117 dan pil mencapai 482 peserta.
Sedangkan pelayanan KB bagi peserta menggunakan MOP dan MOW tidak terdapat dalam kegiatan bhakti sosial tersebut. Sebab, pelayanan kedua jenis kontrasepsi tersebut harus dilakukan oleh BKBBN Provinsi karena belum adanya tenaga medis untuk melayani peserta KB yang menggunakan kedua jenis alat kontrasepsi tersebut.
Dari hasil pencapai tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap program pengendalian kelahiran di daerah itu tidak hanya dipandang dari aspek pengaturan kelahiran. Tapi, masyarakat lebih menimbang dari sudut pandang peningkatan kualitas manusia ke depan.
Ia menambahkan, pencapaian peserta KB pada Bhayangkara tahun ini mencapai 1.691 peserta atau sebesar 83 persen dari sasaran sebesar 2.025 akseptor agar dapat memberikan sumbangsi terhadap pembangunan berwawasan kependudukan.
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kaur Syafwan Yunir menyampaikan apresiasi atas respon unsur Polri untuk menggelar bhakti sosial dengan pelayanan KB bagi masyarakat di daerah itu.
“Pencapaian peserta baru dalam gerak Bhayangkara KB Kesehatan di Kaur dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan jangka panjang, melalui peningkatan partisipasi masyarakat ber-KB,” ujarnya(rs/min)
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com


6:34 AM
Unknown




















