Friday, June 1, 2012

Stok BBM di Kaur Habis

Masalah kelangkaan BBM belum juga berakhir. Bahkan di Kabupaten Kaur, stok BBM sudah kosong, kemarin. Akibatnya, antrian kendaraan di SPBU Kota Bintuhan terpantau memanjang hingga nyaris menutup separuh badan jalan raya. Kondisi antrian panjang itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir. 
Informasi terhimpun, selain banyaknya kendaraan yang antri, pasokan BBM ke Kaur ternyata juga berkurang. Biasanya 16 ton per hari menjadi 8 ton sehari. Pantaun BE, kemarin sekitar pukul 08.00 WIB-pukul 10.00 WIB, antrian kendaran roda empat hanya terjadi pada pembelian solar dan premium. Sementara tidak terlihat antrian pada pembelian pertamax. 

Pada pembelian premiun, antrian kendaraan roda dua motor juga terlihat semakin panjang. Bahkan, puluhan motor dengan tangki berkapasitas belasan liter yang banyak digunakan para pedagang bensin eceran terlihat ikut mengantri.

“Setiap hari, motor-motor bertangki besar dengan kapasitas 16 hingga 17 liter bensin ikut mengantri berama warga lainnya. Bahkan, mereka terlihat bolak-balik ke SPBU membeli bensin,” ungkap Rijal (45), warga Bintuhan, saat ditemui mengantri BBM di SPBU Bintuhan kemarin (29/5).

Tidak terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga di sejumlah SPBU, khususnya di jalan raya, sehingga tidak tertibnya kendaraan saat melintas di jalanan. Antrian kendaraan tidak teratur seharus pihak kepolisian melakukan aktivitas. “Kita lihat semuanya tidak terautur mulai dari arah kota Bintuhan menuju kecamatan Maje dan sebaliknya. Bahkan, antrian panjang hingga mencapai 500 meter,” jelasnya.

Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK melalui Perwira Pengelola Informasi Brigpol Sudiro mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah menerjunkan beberapa personil untuk mengawasi BBM mengingat banyaknya kendaraan yang melintas cukup padat sehingga terjadi kemacetan. 

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasinya, namun kondisnya jalan sempit kemudian kendaraan berbagai jenis melintas,” jelasnya. Sementara itu, Kadisperindakop dan UKM Kaur Drs Agunawan MM mengatakan persoalan kurangnya stok BBM memang sudah merekakoordinasikan dengan Pertamina. Namun belum juga ada solusi dari Pertamina. 

“Memang kapasitasi kuota BBM disesuaikan dengan daerah masing-masing, namun jika masih juga kurang tentunya menjadi persoalan, selian antrian juga mengambat ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sumber :  http://bengkuluekspress.com/

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India