Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, membutuhkan penambahan stasiun pengisian bahan bakar umum untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Saat ini hanya ada satu SPBU di Kabupaten Kaur dan tidak memiliki pompa pertamax sehingga kami khawatir program pembatasan BBM subsidi akan terhambat," kata Asisten I Sekretaris Kabupaten Kaur Nandar Munadi di Bengkulu, Senin.
SPBU di Jalan Kepala Pasar Bintuhan
"Saat ini hanya ada satu SPBU di Kabupaten Kaur dan tidak memiliki pompa pertamax sehingga kami khawatir program pembatasan BBM subsidi akan terhambat," kata Asisten I Sekretaris Kabupaten Kaur Nandar Munadi di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan hal itu dalam rapat koordinasi pembatasan BBM subsidi yang dipimpin Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.
Dengan satu SPBU, kata dia, kebijakan Pertamina yang akan memisahkan SPBU yang menyediakan BBM jenis solar subsidi dan nonsubsidi akan sulit terealisasi.
"Kalau digunakan untuk menjual BBM jenis solar subsidi berarti Kaur tidak akan menyediakan solar nonsubsidi karena dalam satu SPBU tidak bisa memberlakukan dua harga," katanya.
Untuk itu ia berharap Pertamina mencarikan solusi sebab aturan penggunaan BBM nonsubsidi untuk kendaraan dinas serta kendaraan industri akan diberlakukan mulai 1 September 2012.
Saat ini kata dia terdapat pembangunan dua SPBU di daerah itu, namun belum diketahui jadwal operasinya.
Menanggapi hal ini Sales Area Manajer Pertamina Lampung dan Bengkulu Umar Chotib mengatakan akan menyiasati hal itu dengan pengoperasian mobil Pertamina yang menyediakan BBM nonsubsidi.
"Kabupaten Kaur bisa menjadi salah satu target operasi `Pertamina mobile` di mana kendaraan berisi BBM nonsubdisi akan memenuhi kebutuhan industri dan kendaraan dinas," katanya.
Ia mengatakan untuk penyediaan BBM pertamax sudah dilayani di 21 SPBU yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Khusus untuk Kabupaten Kaur kata dia dalam waktu dekat akan dilakukan pemasangan pompa pertamax di SPBU daerah itu.
(KR-RNI)
Sumber : http://www.antaranews.com


3:01 AM
Unknown
0 comments:
Post a Comment