Thursday, May 24, 2012

HUT Kabupaten Kaur dipusatkan di desa tertinggal

Peringatan hari ulang tahun Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ke-9 tahun 2012 dilaksanakan di Desa Bukit Indah salah satu desa tertinggal di wilayah itu.
Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Kaur, Mulyadi Usminm, Rabu mengatakan, untuk menuju ke desa itu diperlukan waktu tiga sampai empat jam perjalanan roda dua karena melalui tanjakan terjal atau sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten.

Ia mengatakan, tamu dan undangan para pejabat dari kabupaten se-Bengkulu dan provinsi tetangga Sumsel sudah bermalam di lokasi yakni Desa Bukit Indah karena acara dimulai pukul 08.00 WIB.
HUT Kabupaten Kaur yang ke-9 di laksanakan di daerah terpencil di atas bukit yaitu di desa Bukit Indah Kecamatan Nasal, salah satu wilayah yang saat ini pendidikan , Pelayanan Kesehatan masih sangat terbatas dikarenakan transportasinya masih sulit.

Dirayakannya HUT ke-9 di tempat tersebut. Bupati kaur berkeinginan mengajak para pejabat, Muspida dan Masyarakat Kaur bersama sama membangun Kabupaten Kaur, karena Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten Tertinggal di Indonesia.
Digelarnya HUT kabupaten di desa tertinggal itu untuk berbagi rasa dengan masyarakat desa terpencil sekaligus mengangkat seorang ibu di desa tersebut menjadi srikandi pendidikan.

"Saya lupa namanya, tapi saat Bupati Kaur Hermen Malik berkunjung ke daerah itu melakukan kampanye calon bupati tahun lalu menemukan seorang ibu tersebut," ujarnya.

Ia menguraikan, seorang ibu penduduk Desa Bukit Indah itu setiap hari menggendong anaknya yang cacat untuk bersekolah ke desa tersebut padahal jarak dari pondok kebunnya ke sekolah sekitar tiga kilometer.

Setiap hari ibu itu berjalan kaki menyeberangi sungai dan jalan setapak mengantar anaknya yang cacat itu ke sekolah, kadang kala sampai di sekolah dasar itu tidak ada guru dan kembali lagi ke kebunnya.

Berdasarkan penemuan unik untuk mendukung anak sekolah, maka ibu itu akan dijadikan srikandi pendidikan di Kabupaten Kaur sekaligus menjadi desa itu sekolah percontohan karena sudah ada beberapa guru orang asing mengajar di desa tersebut.

Pemkab Kaur lebih memprioritaskan pada sektor pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia handal di masa mendatang,katanya.

Seorang camat Saftiur ketika dihubungi mengatakan, desa itu berada di kaki perbukitan, namun tidak masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Dari desa itu terlihat lautan samudra terbentang luas dan panorama alam yang indah, sehingga sangat cocok dijadikan obyek wisata alam di kabupaten Kaur, ujarnya.(Z005)

Sumber :  http://bengkulu.antaranews.com/

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India