Muslikah, sosok wanita desa yang peduli terhadap pendidikan, sehingga ia mendapat predikat Srikandi Pendidikan di Kabupaten Kaur. Predikat itu melalui penobatan oleh Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Hermen Malik pada peringatan HUT Kabupaten Kaur ke-9 tahun 2012.
Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.
Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.
Melalui program “Bintang Jemput Bintang” pemerintah menyaring remaja pelajar untuk dikirim menjadi duta pendidikan. Puluhan remaja mendapat kesempatan menimbah ilmu pengetahuan di universitas luar dan dalam negeri melalui bantuan anggaran pemerintah setempat. Bahkan pemerintah Kabupaten Kaur mengundang pihak luar yang peduli pendidikan. (rs)
"Tahun lalu ketika berkunjung kepada masyarakat perdesaan saya melihat sendiri seorang perempaun yang ulet menghantarkan anaknya untuk mendapat pendidikan, sehingga dengan itu menginspirasikan pemerintah daerah untuk menjadikan Muslikah srikandi pendidikan sebagai tonggak sejarah pendidik," katanya.
Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menobatkan Muslikah (53) srikandi pendidikan yang dengan sangat gigih mendukung kedua anaknya yang cacat untuk besekolah. Hermen mangatakan saat ini menemukan peristiwa itu amat langka seorang ibu mendukung kedua anaknya yang cacat fisik dan mental. Umi (13) cacat mental dan adiknya Diki (9) cacat bagian kaki setiap hari digendong kesekolah.
Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.
Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.
Hermen Malik tidak hanya memeberikan predikat untuk seseorang wanita baya itu, namun dalam mewujudkan pembangun berwawasan kependudukan ia mengemas beberapa program lainnya untuk percepat tumbuhnya kualitas sumber daya manusia.
Melalui program “Bintang Jemput Bintang” pemerintah menyaring remaja pelajar untuk dikirim menjadi duta pendidikan. Puluhan remaja mendapat kesempatan menimbah ilmu pengetahuan di universitas luar dan dalam negeri melalui bantuan anggaran pemerintah setempat. Bahkan pemerintah Kabupaten Kaur mengundang pihak luar yang peduli pendidikan. (rs)
Sumber :http://bengkulu.bkkbn.go.id/
Muslikah Tiap Hari Menggendong Anaknya yang Cacat ke Sekolah
Rutinitas Muslikah setiap hari diisi dengan menggendong dua anaknya yang cacat, yakni Umi (13) yang cacat mental dan adiknya, Diki (9) yang menderita cacat di kaki, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah ke sekolahnya.
Jarak tersebut ditempuh selama dua jam di musim kemarau dan lima jam di musim penghujan. Musliah (53) tahun tak pernah absen mengantarkan kedua anaknya demi mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Muslikah Tiap Hari Menggendong Anaknya yang Cacat ke Sekolah
Rutinitas Muslikah setiap hari diisi dengan menggendong dua anaknya yang cacat, yakni Umi (13) yang cacat mental dan adiknya, Diki (9) yang menderita cacat di kaki, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah ke sekolahnya.
Jarak tersebut ditempuh selama dua jam di musim kemarau dan lima jam di musim penghujan. Musliah (53) tahun tak pernah absen mengantarkan kedua anaknya demi mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Si sulung, Umi baru duduk di kelas satu SD dan adiknya di kelas dua, bersekolah di desa Tanjung Aur, kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Berkat semangatnya yang tak pernah padam itu, pemerintah Kabupaten Kaur, menobatkan Muslikah sebagai srikandi pendidikan. Penobatan dilakukan saat memperingati hari jadi Kabupaten Kaur ke-9 di desa tertinggal Bukit Indah, Kecamatan Nasal.
"Saya melihat sendiri tahun lalu saat berkampanye untuk menjadi calon bupati Kaur, keuletan ibu rumah tangga seorang petani kurang berhasil itu menjadi tonggak sejarah pendidik," kata Bupati Kaur, Hermen Malik.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari desanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur M Daud Abdullah ketika dihubungi mengatakan, pada penobatan srikandi pendidikan itu, Muslikah mendapat beberapa batuan dari pemerintah daerah.
Bantuan tersebut antara lain sebuah generator listrik, laptop, meja belajar dan perangkat sekolah kedua anaknya yang cacat itu serta bantuan lainnya sebagai jaminan kesejahteraan keluarganya.
Pada penyerahan bantuan tersebut, bupati berjanji akan membangun jalan ke Desa Tanjung Aur, khususnya dari rumah Salikah ke sekolah sepanjang 1,5 kilomter karena melewati berkebunan penduduk, ujarnya.
Selain itu Pemkab Kaur juga mendokumentasikan keseharian Muslikah dalam format video untuk dikirim ke Amerika serikat karena kebetulan ada warga Kaur sekolah di negara itu, tambahnya.
Sumber : http://edukasi.kompas.com


8:34 AM
Unknown

0 comments:
Post a Comment