Saturday, May 26, 2012

Kucuran Dana 1 Miliar Untuk Nelayan Kabupaten Kaur

Dana sebesar Rp1 miliar akan diterima oleh seluruh nelayan di kabupaten Kaur, Prov Bengkulu. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini berupa modal usaha berbasis kelompok masyarakat nelayan sebanyak 10 kelompok.
“Pemberian bantuan ini akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, kepada Bupati Kaur yang nantinya akan diserahkan kepada masing-masing kelompok. Sehingga setiap kelompok akan menerima sejumlah Rp100 juta.” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaur Ir. Yetminson, Selasa (22/5).
Saat ini masih dilakukan identifikasi terhadap kelompok mana yang akan menerima bantuan. Dijadwalkan pada awal bulan Juli mendatang sudah disalurkan bantuan melalui rekening kelompok yang sudah dipilih.

Sepuluh kelompok tersebut akan diambil dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang tersebar di seluruh tujuh kecamatan di pesisir Kaur. Sampai saat ini jumlah kelompok nelayan yang sudah mengajukan ke Dinas Kelautan dan Perikanan berjumlah lebih dari 100 kelompok.

“Yang telah diidentifikasi baru 75 kelompok dan dari 75 kelompok ini akan diseleksi menjadi 10 kelompok,” lanjutnya. (MC Kota Bengkulu/sity/toeb)
Sumber :  http://www.infopublik.org/

Pembuatan KPE di Kabupaten Kaur Tuntas Akhir Mei

Sejak seminggu yang lalu proses pencetakan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu,  sudah berjalan dan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah melakukan pencetakan KPE, di Gedung Aula Serba Guna (GSG) Pemkab Kaur.
“KPE akan menjadi kartu multi fungsi. Selain menjadi Kartu Tanda Pengenal Pegawai, juga berfungsi sebagai kartu ATM, Askes, Absensi dan Taspen,” kata Kepala BKD Kaur Drs. Rolan Haidi, melalui Kabid Mutasi Erianto, SE, Selasa (22/5).

Saat ini baru beberapa SKPD telah melakukan proses KPE. Sedangkan untuk SKPD lainnya akan menyusul sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini sendiri akan dilakukan hingga 26 Mei mendatang.


“Untuk ke depan, gaji PNS akan diterima langsung ke rekening mereka masing-masing. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti perampokan dan penyelewengan gaji bisa dihindari,” tambahnya.


Setelah KPE selesai diproses, BKD juga akan memberlakukansistem absensi dari manual menjadi sistem sidik jari. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pegawai untuk tidak disiplin karena absensinya tidak bisa diwakilkan. (MC Kota Bengkulu/septi/toeb)


Sumber : http://www.infopublik.org/

Thursday, May 24, 2012

Muslikah Dinobatkan sebagai Srikandi pendidikan Kaur

Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menobatkan Muslikah (53) srikandi pendidikan yang dengan sangat gigih mendukung kedua anaknya yang cacat untuk besekolah.

Penobatan itu dilakukan saat memperingati hari Ulang tahun Kabupaten Kaur ke-9 di Desa tertinggal Bukit Indah dalam kecamatan Nasal setempat, kata Bupati Hermen Malik dihubungi, Rabu.
Ia mengatakan, sangat langka seorang ibu mendukung kedua anaknya yan cacat yaitu Umi (13) cacat mental dan adiknya Diki (9) cacat bagian kaki setiap hari digendong kesekolah.

Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.

Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.

"Saya melihat sendiri tahun lalu saat berkampanye untuk menjadi calon bupati Kaur, keuletan ibu rumah tangga seorang petani kurang berhasil itu menjadi tonggak sejarah pendidik," katanya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur M Daud Abdullah ketika dihubungi mengatakan, pada penobatan srikandi pendidikan itu, Muslikah mendapat beberapa batuan darti pemerintah daerah.

Bantuan tersebut sebuah generator listrik, laptop, meja belajar dan perangkat sekolah kedua anaknya yang cacat itu serta bantuan lainnya sebagai jaminan kesejahtraan keluarganya.

Pada penyerahan bantuan tersebut, bupati berjanji akan membangun jalan ke Desa Tanjung Aur, khususnya dari rumah Salikah ke sekolah sepanjang 1,5 kilomter karena melewati berkebunan penduduk, ujarnya.

Selain itu Pemkab Kaur sudah membuat kegiatan salikah dalam sebuah kaset dan dikirim ke Amerika serikat dan kebetulan ada warga Kaur sekolah di negara itu, tambahnya.(Z005)

Sumber : http://www.antarabengkulu.com/

Muslikah Srikandi Pendidikan di Kaur

Muslikah, sosok wanita desa yang peduli terhadap pendidikan, sehingga ia mendapat predikat Srikandi Pendidikan di Kabupaten Kaur. Predikat itu melalui penobatan oleh Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Hermen Malik pada peringatan HUT Kabupaten Kaur ke-9 tahun 2012.
     "Tahun lalu ketika berkunjung kepada masyarakat perdesaan saya melihat sendiri seorang perempaun yang ulet menghantarkan anaknya untuk mendapat pendidikan, sehingga dengan itu menginspirasikan pemerintah daerah untuk menjadikan Muslikah srikandi pendidikan sebagai tonggak sejarah pendidik," katanya.
     Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menobatkan Muslikah (53) srikandi pendidikan yang dengan sangat gigih mendukung kedua anaknya yang cacat untuk besekolah.

     Hermen mangatakan saat ini menemukan peristiwa itu amat langka seorang ibu mendukung kedua anaknya yang cacat fisik dan mental. Umi (13) cacat mental dan adiknya Diki (9) cacat bagian kaki setiap hari digendong kesekolah.

     Jarak sekolah dengan pondok kediamannya sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki, bila musim penghujan ditempuh lima jam dan pada musi kemarau dua jam perjalanan.

     Kedua anaknya itu yang sulung, Umi (13) baru kelas satu Sekolah Dasar (SD) dan adiknya Diki cacat kaki kelas dua di desa tanjung Aur, Kecamatan Maje daerah itu.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah dalam Kecamatan Nasal atau sekitar 30 kilometer dari desanya, ujarnya.

     Hermen Malik tidak hanya memeberikan predikat untuk seseorang wanita baya itu, namun dalam mewujudkan pembangun berwawasan kependudukan ia mengemas beberapa program lainnya untuk percepat tumbuhnya kualitas sumber daya manusia.

    Melalui program “Bintang Jemput Bintang” pemerintah menyaring remaja pelajar untuk dikirim menjadi duta pendidikan. Puluhan remaja mendapat kesempatan menimbah ilmu pengetahuan di universitas luar dan dalam negeri melalui bantuan anggaran pemerintah setempat. Bahkan pemerintah Kabupaten Kaur mengundang pihak luar yang peduli pendidikan. (rs)
Sumber :http://bengkulu.bkkbn.go.id/

Muslikah Tiap Hari Menggendong Anaknya yang Cacat ke Sekolah

Rutinitas Muslikah setiap hari diisi dengan menggendong dua anaknya yang cacat, yakni Umi (13) yang cacat mental dan adiknya, Diki (9) yang menderita cacat di kaki, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dari rumah ke sekolahnya.

Jarak tersebut ditempuh selama dua jam di musim kemarau dan lima jam di musim penghujan. Musliah (53) tahun tak pernah absen mengantarkan kedua anaknya demi mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Si sulung, Umi baru duduk di kelas satu SD dan adiknya di kelas dua, bersekolah di desa Tanjung Aur, kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Berkat semangatnya yang tak pernah padam itu, pemerintah Kabupaten Kaur, menobatkan Muslikah sebagai srikandi pendidikan. Penobatan dilakukan saat memperingati hari jadi Kabupaten Kaur ke-9 di desa tertinggal Bukit Indah, Kecamatan Nasal.

"Saya melihat sendiri tahun lalu saat berkampanye untuk menjadi calon bupati Kaur, keuletan ibu rumah tangga seorang petani kurang berhasil itu menjadi tonggak sejarah pendidik," kata Bupati Kaur, Hermen Malik.
  
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Muslikah bersama anaknya diundang untuk menghadiri HUT Kaur ke-9 di Desa Bukit Indah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari desanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur M Daud Abdullah ketika dihubungi mengatakan, pada penobatan srikandi pendidikan itu, Muslikah mendapat beberapa batuan dari pemerintah daerah.
  
Bantuan tersebut antara lain sebuah generator listrik, laptop, meja belajar dan perangkat sekolah kedua anaknya yang cacat itu serta bantuan lainnya sebagai jaminan kesejahteraan keluarganya.
  
Pada penyerahan bantuan tersebut, bupati berjanji akan membangun jalan ke Desa Tanjung Aur, khususnya dari rumah Salikah ke sekolah sepanjang 1,5 kilomter karena melewati berkebunan penduduk, ujarnya.
  
Selain itu Pemkab Kaur juga mendokumentasikan keseharian Muslikah dalam format video untuk dikirim ke Amerika serikat karena kebetulan ada warga Kaur sekolah di negara itu, tambahnya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Kaur akan kirim siswa belajar ke Inggris

Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, akan mengirim sejumlah siswa  dari daerah ini ke Inggris dan beberapa sekolah terkemuka di tanah air.
Saat ini sudah dikirimkan sebanyak 32 siswa dari 80 lulusan sekolah menengah atas (SMA), untuk diseleksi di Universitas Bengkulu untuk kemudian akan diambil sepuluh siswa terbaik, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, M Daud Abdullah, di Bintuhan, Kaur, Kamis.


"Sebanyak 32 siswa itu langsung saya antar ke Universitas Bengkulu dan diserahkan kepada Rektor Unib, Prof Dr Zainal Muktamar untuk diseleksi," kata dia.

Penyeleksian itu dilakukan di Unib, mengingat sebelumnya sudah ada kerja sama dengan Pemkab Kaur, khususnya untuk menyelesi siswa terbaik yang akan dikirim ke luar Bengkulu.
Dia mengemukakan, bila pihak Unib sudah menyeleksi siswa itu menjadi sepuluh orang, akan dibimbing lagi selama satu bulan untuk mematangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka.

Sebanyak sepuluh orang siswa terbaik itu, dua orang akan dikirim untuk bersekolah di Inggris, sedangkan sisanya akan kuliah pada perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, dan semuanya akan dibiayai pemerintah daerah setempat.

Pengiriman siswa berprestasi itu, untuk meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Kaur ke depan dan diharapkan menjadi pemimpin di negeri sendiri, ujar dia pula.

Humas Pemkab Kaur, Asnawi mengatakan, penyeleksian siswa tersebut dilakukan di lokasi peringatan HUT Kabupaten Kaur, yaitu di Desa Bukit Indah, dengan melibatkan tenaga pendidik dari Universitas Bengkulu.

Para siswa yang diseleksi itu, sebagian besar warga pedesaan yang kondisi orang tuanya tidak mampu atau petani dan nelayan yang penghidupannya kurang berhasil, kata dia pula.(Z005)

Sumber :  http://bengkulu.antaranews.com/

HUT Kabupaten Kaur dipusatkan di desa tertinggal

Peringatan hari ulang tahun Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ke-9 tahun 2012 dilaksanakan di Desa Bukit Indah salah satu desa tertinggal di wilayah itu.
Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Kaur, Mulyadi Usminm, Rabu mengatakan, untuk menuju ke desa itu diperlukan waktu tiga sampai empat jam perjalanan roda dua karena melalui tanjakan terjal atau sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten.

Ia mengatakan, tamu dan undangan para pejabat dari kabupaten se-Bengkulu dan provinsi tetangga Sumsel sudah bermalam di lokasi yakni Desa Bukit Indah karena acara dimulai pukul 08.00 WIB.
HUT Kabupaten Kaur yang ke-9 di laksanakan di daerah terpencil di atas bukit yaitu di desa Bukit Indah Kecamatan Nasal, salah satu wilayah yang saat ini pendidikan , Pelayanan Kesehatan masih sangat terbatas dikarenakan transportasinya masih sulit.

Dirayakannya HUT ke-9 di tempat tersebut. Bupati kaur berkeinginan mengajak para pejabat, Muspida dan Masyarakat Kaur bersama sama membangun Kabupaten Kaur, karena Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten Tertinggal di Indonesia.
Digelarnya HUT kabupaten di desa tertinggal itu untuk berbagi rasa dengan masyarakat desa terpencil sekaligus mengangkat seorang ibu di desa tersebut menjadi srikandi pendidikan.

"Saya lupa namanya, tapi saat Bupati Kaur Hermen Malik berkunjung ke daerah itu melakukan kampanye calon bupati tahun lalu menemukan seorang ibu tersebut," ujarnya.

Ia menguraikan, seorang ibu penduduk Desa Bukit Indah itu setiap hari menggendong anaknya yang cacat untuk bersekolah ke desa tersebut padahal jarak dari pondok kebunnya ke sekolah sekitar tiga kilometer.

Setiap hari ibu itu berjalan kaki menyeberangi sungai dan jalan setapak mengantar anaknya yang cacat itu ke sekolah, kadang kala sampai di sekolah dasar itu tidak ada guru dan kembali lagi ke kebunnya.

Berdasarkan penemuan unik untuk mendukung anak sekolah, maka ibu itu akan dijadikan srikandi pendidikan di Kabupaten Kaur sekaligus menjadi desa itu sekolah percontohan karena sudah ada beberapa guru orang asing mengajar di desa tersebut.

Pemkab Kaur lebih memprioritaskan pada sektor pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia handal di masa mendatang,katanya.

Seorang camat Saftiur ketika dihubungi mengatakan, desa itu berada di kaki perbukitan, namun tidak masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Dari desa itu terlihat lautan samudra terbentang luas dan panorama alam yang indah, sehingga sangat cocok dijadikan obyek wisata alam di kabupaten Kaur, ujarnya.(Z005)

Sumber :  http://bengkulu.antaranews.com/

Thursday, May 17, 2012

286 CPNS Naik Status

Senyum kebahagiaan terpancar di wajah 286 CPNS Pemkab Kaur. Status mereka kemarin, telah berubah menjadi PNS. Dengan begitu 286 birokrat itu akan mendapatkan gaji penuh. Pengangkatan itu ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) dan pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik MSc di aula Gedung Serba Guna (GSG), kemarin (14/5). 
Sekkab Kaur Drs H Mulyadi Usman MPd didampingi Kepala BKD Kaur Drs Rolan Haidi mengatakan para CPNS yang akan diangkat menjadi PNS telah mengumpulkan syarat seperti fotokopi DP-3 terakhir, fotokopi SK CPNS, piagam Prajabatan serta surat keterangan sehat dari tim penguji kesehatan. 

Mereka adalah farmasi CPNS formasi umum tahun 2010 TMT tahun 2011 berjumlah 271 yang terdiri dari golongan III sebanyak 168 orang dan golongan II sebanyak 97 orang. Kemudian honorer tahun 2005 terhitung menjalankan tugas (TMT) 1 Januari 2010 untuk Golongan III sebanyak 10 orang, Golongan II sebanyak 13 orang. Formasi honorer tahun 2005 yang TMT tahun 2008 yang berdasarkan Surat Perintah Menjalankan Tugas (SPMT) 1 Januari 2010 yang lalu. Sebanyak 6 orang yang terbagi menjadi 2 orang golongan III dan empat orang golongan dua, sehingga totalnya ada sekitar 286 CPNS. “Sesuai aturan mereka sedah melengkapi persyaratan itu, sehingga mereka berhak menyandang PNS serta tunjangan sesuai golonganya,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik Msc mengatakan, PNS merupakan pelayan publik yang harus memberikan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu PNS wajib mematuhi aturan yang berlaku, jika tidak maka saksi tegas akan dilakukannya. “Harapan kita dengan sumpah PNS ini akan menjadi cabuk bagi PNS yang melanggar, oleh karena itu lakukan pekerjaan sesuai dengan kemampunya,” ujarnya.(823)

http://bengkuluekspress.com/

Lusa, Berkas Cakades Disetor

Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kaur melalui Bidang Pemerintahan Desa memberikan limit 16 Mei mendatang calon kepala desa (Cakades) menyerahkan formulir pencalonan.

Ada 45 desa yang akan menggelar Pilkades. Kepala BPMP-KB Sepuan Yunir SSos melalui Kasubid Pemerintah Desa Satriana SSt MSi kepada BE mengatakan, ada 45 kades akan berakhir masa jabatan Juni mendatang. 

Diantaranya di Kecamatan lungkang Kule 1 desa, Padang Guci Hilir 5 desa, padang Guci Hulu 4 desa, Kaur Utara 7 desa, Kelam Tengah 1 desa, Tanjung Kemuning 4 desa, semidang Gumay 1 desa, Kinal 1 desa, Luas 1 desa, Muara Sahung 4 desa, Tetap 3 desa, Kaur Selatan 6 desa, Nasal 5 desa dan Maje 2 desa.  ”Dari 15 kecamatan yang ada di Kaur hanya Kaur Tengah 6 yang tidak menggelar Pilkades serentak dengan 14 kecamatan lain. Kadesnya belum berakhir masa jabatannya,” jelas Sastri kepada BE kemarin (14/5).
 
Dijelaskan Satri, beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk mencalonkan diri menjadi Kades yakni salah satunya berpendidikan minimal SLTA sederajad serta beberapa syarat lainnya. Sedangkan kades yang saat ini menjabat dapat kembali menyampaikan peendaftaran kembali menjadi cakades. “Bagi kades yang masih menjabat dan akan berakhir masa jabatannya dapat kembali mencalonkan diri. 

Sesuai dengan persyaratan dan ketentuan berlaku,” ujarnya. Sementara itu, sesuai tahapan Pilkades yang sudah dibentuk 4-10 April BPD melakukan sosialisasi ke desa untuk segera pemilihan Kades, 11-12 April Pembentukan Panitia Pilkades, 13-12 Mei Panitia Pilkades menjaring Nama Calon Kades, 14-16 Mei Panitia menyampikan nama bakal calon Kades kemudian direkap untuk diberitahukan kepada bupati, bahwa sudah siap melaksanakan Pilkades. Kemudian awal juni siap menggelar Pilkades, setelah itu baru perekapan.”Namun di sana untuk Pilkades belum ditentukan tanggal berapa. Namun kita usahankan awal Juni sudah terselenggara,” jelasnya.(823)

http://bengkuluekspress.com/

Monday, May 7, 2012

Wabup Kaur : remaja mandiri wujudkan pembangunan kependudukan

Wakil Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Yulis Suti Sutri  mengatakan untuk mencapai pembangunan yang berwawasan kependudukan di masa datang sangat bergantung dari kemandirian remaja.

“Remaja yang mandiri dapat mewujudkan pembangunan kependudukan melalui generasi yang berkualitas,” kata Yulis Suti Sutri pada penutupan Bhayangkara KB di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, belum lama ini.
Ia mengharapkan sejumlah pemangku kebijakan untuk memulai membangun penduduk dengan menyiapkan mental generasi muda sehingga terwujudnya pembangunan kependudukan yang sejalan dengan sasarn MDGs.
    Remaja merupakan aset bangsa yang paling besar, keberhasilan dalam membangun kualitas dan mental kaum muda maka akan menghasilkan generasi yang dapat mengantarkan bangsa yang bermartabat.

Yulis mengimbau generasi muda untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan. Baik melalui penyiapan pendidikan formal maupun nonformal agar tidak meninggalkan norma agama dan budaya.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masadepan. “Remaja jangan dulu berkeluarga di usia muda karena menikah di usia muda banyak resiko yang akan kita temui," ujarnya.

Salah satunya sering terjadi keributan yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, itu semua karena belum bisa mengontrol emosi yang masih labil dan belum siap memikul beban tanggung jawab hidup berumah tangga.

Untuk diketahui berdasarkan hasil SP 2010, angka perceraian di Provinsi Bengkulu mencapai 59 ribu kasus perceraian.  Dari jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu 1.715.518 jiwa terdapat jenis kelamin wanita 838.359 orang dan laki-laki sebanyak 877.159 jiwa.

Menyebutkan status perkawinan di wilayah Provinsi Bengkulu 409.140 perkawinan terdapat kasus perceraian mencapai 59. 149 kejadian baik ditingkat perdesaan maupun perkotaan.

Status penduduk berumur 10 tahun keatas menurut wilayah di Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 409.140 perkawinan terdapat status cerai hidup sebanyak13.955 kasus, cerai mati mencapai 45.194 peristiwa sehingga wanita berstatus janda mencapai 59.149 orang.

Pasangan keluarga dalam perceraian tersebut terdapat pada masyarakat perkotaan sebanyak 16.904 peristiwa dan tingkat pedesaan mencapai 42.145 kasus kondisi tersebut tersebut menunjukkan tingginya angka cerai ditingkat masyarakat desa.

“Bagi yang sudah berkeluarga agar menanamkan rencana untuk membentuk sebuah keluarga yang berkualitas, harus ikut program KB karena bila keluarga mempunyai banyak anak akan lebih sulit membinanya dibandingkan anak yang sedikit, sebagai orang tua kita harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, katanya.

Wabup mengharapkan pencapaian program KB  masih perlu pembinaan serta konseling bagi penyuluh lapangan KB,  meningkatkan jejaring kemitraan seperti tokoh adat, tokoh agama, LSM, petugas medis dan paramedis guna mengimbangi rendahya partisipasi pria dalam ber KB khususnya MOP.

Dalam rangka mempercepat revitalisasi program KB, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa Prempuan dan Keluarga Berencana (BPMDP-KB), Kabupaten Kaur saya harapkan bekerja sama dengan instansi terkait untuk kemajuan KB Kabupaten Kaur dimasa mendatang.(mel/min)

Sumber : http://bengkulu.antaranews.com

Bhayangkara Polres Kaur serap 1.691 Akseptor baru

Kegiatan Bhayangkara KB Kesehatan di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mampu menyerap peserta baru keluarga berencana sebanyak 1.691 akseptor.

Gerak Bhayangkara KB kesehatan di daerah itu berlangsung di sejumlah wilayah kecamatan dengan pelayanan sejak 18 -28 April 2012.

Kepala Kepolisian Resor Ajung Komisaris Besar (AKBP)  Andy Kirnanda Wijaya, Senin mengatakan,  kegiatan
KB Kesehatan dengan pelayanan gratis pemasangan alat kontrasepsi dan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan peserta KB guna meningkatknya derajat kesehatan masyarakat di daerah itu.
“Kita gelar pelayanan pada 15 kecamatan KB gratis maupun kesehatan dasar. Kedua kegiatan  yang digelar tersebut cukup mendapat apresiasi dari warga setempat,” katanya.

Pelayanan KB gratis di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kaur peserta terbanyak menggunakan alat kontrasepsi intra Uterine Device (IUD) 36 orang, implan 279, suntik sebanyak 495, kondom 117 dan pil mencapai 482 peserta.

Sedangkan pelayanan KB bagi peserta menggunakan MOP dan MOW tidak terdapat dalam kegiatan bhakti sosial tersebut. Sebab, pelayanan kedua jenis kontrasepsi tersebut harus dilakukan oleh BKBBN Provinsi karena belum adanya tenaga medis untuk melayani peserta KB yang menggunakan kedua jenis alat kontrasepsi tersebut.

Dari hasil pencapai tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap program pengendalian kelahiran di daerah itu tidak hanya dipandang dari aspek pengaturan kelahiran. Tapi, masyarakat lebih menimbang dari sudut pandang peningkatan kualitas manusia ke depan.

Ia menambahkan, pencapaian peserta KB pada Bhayangkara tahun ini mencapai 1.691 peserta atau sebesar 83 persen dari sasaran sebesar 2.025 akseptor agar dapat memberikan sumbangsi terhadap pembangunan berwawasan kependudukan.
   
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kaur Syafwan Yunir menyampaikan apresiasi atas respon unsur Polri untuk menggelar bhakti sosial dengan pelayanan KB bagi masyarakat di daerah itu.

“Pencapaian peserta baru dalam gerak Bhayangkara KB Kesehatan di Kaur dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan jangka panjang, melalui peningkatan partisipasi masyarakat ber-KB,” ujarnya(rs/min)

Sumber : http://bengkulu.antaranews.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India