Warga yang mendiami kawasan hutan Taman nasional Bukit Barisan selatan pada perbatasan Provinsi Bengkulu-Lampung mencapai 947 kepala keluarga.
Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang sudah rusak mencapai 2.155 hektare, kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kaur M Ali Paman, Minggu (24/6).
Ia mengatakan, berdasarkan hasil suveri bersama dengan Kepala Balai Besar TNBBS Lampung Jhon Kenedie para perambah itu sebagian besar perambah menetap, sedangkan siswa membuka ladang berpindah. Para perambah itu, katanya, sebagian besar dari luar Bengkulu yaitu warga Lampung dan wilayah Sumsel dengan bercocok tanam kopi dan karet.
Pemerintah Daerah Kaur bersama Balai besar TNBBS sepakat akan menurunkan perambah dengan imbauan dan kesadaran sendiri.
Namun bila tidak diindahkan kedua pemerintah itu akan melakukan pengusiran yang melibatkan aparat terkait secara besar-besaran, ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Mulyadi mengatakan, dari 947 KK perambah itu sudah menyatakan akan meninggalkan lokasi sebanyak 250 KK.
"Kami menargetkan pada bulan Agustus 2012 seluruh perambah sudah meninggalkan lokasi sesuai kesepakatan dengan Kepala Balai Besar TNBBS belum lama ini," ujarnya.
Beberapa staf TNBBS dari lampung sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kaur beserta forum komunikasi daerah itu untuk menurunkan perambah tersebut.
"Kita menyambut baik gagasan menurunkan perambah bersama tim besar tersebut, dengan harapan hutan TNBBS kembali hijau," katanya. (Ant/OL-3)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com


9:45 PM
Unknown

0 comments:
Post a Comment