Wakil Bupati Kaur Provinsi Bengkulu Yulis Suti Sutri mengatakan untuk mencapai pembangunan yang berwawasan kependudukan di masa datang sangat bergantung dari kemandirian remaja.
“Remaja yang mandiri dapat mewujudkan pembangunan kependudukan melalui generasi yang berkualitas,” kata Yulis Suti Sutri pada penutupan Bhayangkara KB di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, belum lama ini.
“Remaja yang mandiri dapat mewujudkan pembangunan kependudukan melalui generasi yang berkualitas,” kata Yulis Suti Sutri pada penutupan Bhayangkara KB di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, belum lama ini.
Ia mengharapkan sejumlah pemangku kebijakan untuk memulai membangun penduduk dengan menyiapkan mental generasi muda sehingga terwujudnya pembangunan kependudukan yang sejalan dengan sasarn MDGs.
Remaja merupakan aset bangsa yang paling besar, keberhasilan dalam membangun kualitas dan mental kaum muda maka akan menghasilkan generasi yang dapat mengantarkan bangsa yang bermartabat.
Yulis mengimbau generasi muda untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan. Baik melalui penyiapan pendidikan formal maupun nonformal agar tidak meninggalkan norma agama dan budaya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masadepan. “Remaja jangan dulu berkeluarga di usia muda karena menikah di usia muda banyak resiko yang akan kita temui," ujarnya.
Salah satunya sering terjadi keributan yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, itu semua karena belum bisa mengontrol emosi yang masih labil dan belum siap memikul beban tanggung jawab hidup berumah tangga.
Untuk diketahui berdasarkan hasil SP 2010, angka perceraian di Provinsi Bengkulu mencapai 59 ribu kasus perceraian. Dari jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu 1.715.518 jiwa terdapat jenis kelamin wanita 838.359 orang dan laki-laki sebanyak 877.159 jiwa.
Menyebutkan status perkawinan di wilayah Provinsi Bengkulu 409.140 perkawinan terdapat kasus perceraian mencapai 59. 149 kejadian baik ditingkat perdesaan maupun perkotaan.
Status penduduk berumur 10 tahun keatas menurut wilayah di Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 409.140 perkawinan terdapat status cerai hidup sebanyak13.955 kasus, cerai mati mencapai 45.194 peristiwa sehingga wanita berstatus janda mencapai 59.149 orang.
Pasangan keluarga dalam perceraian tersebut terdapat pada masyarakat perkotaan sebanyak 16.904 peristiwa dan tingkat pedesaan mencapai 42.145 kasus kondisi tersebut tersebut menunjukkan tingginya angka cerai ditingkat masyarakat desa.
“Bagi yang sudah berkeluarga agar menanamkan rencana untuk membentuk sebuah keluarga yang berkualitas, harus ikut program KB karena bila keluarga mempunyai banyak anak akan lebih sulit membinanya dibandingkan anak yang sedikit, sebagai orang tua kita harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, katanya.
Wabup mengharapkan pencapaian program KB masih perlu pembinaan serta konseling bagi penyuluh lapangan KB, meningkatkan jejaring kemitraan seperti tokoh adat, tokoh agama, LSM, petugas medis dan paramedis guna mengimbangi rendahya partisipasi pria dalam ber KB khususnya MOP.
Dalam rangka mempercepat revitalisasi program KB, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa Prempuan dan Keluarga Berencana (BPMDP-KB), Kabupaten Kaur saya harapkan bekerja sama dengan instansi terkait untuk kemajuan KB Kabupaten Kaur dimasa mendatang.(mel/min)
Sumber : http://bengkulu.antaranews.com


6:07 PM
Unknown
0 comments:
Post a Comment